Menilik Geliat Pabrik Tahu Tradisional di Jakarta Utara
- 18 Apr 2026 16:01 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Industri tahu rumahan tetap menjadi salah satu penopang ekonomi lokal yang menjanjikan. Salah satu pabrik tahu yang terletak di RT 09 RW 04, Kelurahan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, membuktikan eksistensinya dengan tetap bertahan selama lebih dari delapan tahun.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Pak Sugeng (42), pengelola pabrik tersebut, berbagi kisah mengenai operasional harian tempat usahanya. Meski bukan sebagai pemilik, Sugeng bertanggung jawab penuh atas kelancaran produksi yang melibatkan tiga orang pekerja tetap serta sejumlah pedagang yang mengambil stok langsung dari pabrik.
Pabrik ini memiliki kapasitas produksi yang cukup besar. Dalam sehari, mereka mampu mengolah rata-rata 2,5 hingga 3 kuintal kedelai.
"Hitungannya per saringan itu 10 kg kedelai, hasilnya bisa jadi 7 papan tahu kalau kualitas kedelainya bagus," ujar Pak Sugeng. Dengan total 30 saringan dalam sehari, satu kuintal kedelai bernilai sekitar Rp1,7 juta. Hal ini membuat omzet kotor pabrik mencapai Rp4 juta hingga Rp5 juta per hari.
Meskipun angka pendapatan terlihat besar, Pak Sugeng mengungkapkan bahwa tantangan utama terletak pada biaya operasional yang terus meningkat, terutama pada tarif dasar listrik dan air.
"Listrik bulan kemarin saya lihat struknya di atas Rp4 juta sebulan. Air juga hampir sama, beda-beda tipis. Belum lagi kayu bakar," jelasnya.
Untuk keperluan bahan bakar (perebusan), pabrik ini menghabiskan satu hingga dua mobil kayu per hari dengan biaya sekitar Rp350.000 hingga Rp700.000 per harinya. Menariknya, pasokan kayu ini didapat melalui kerja sama dengan Dinas Pertamanan setempat.
Sugeng juga menjelaskan secara singkat proses pembuatan tahu yang mereka jalankan. Dimulai dengan merendam kedelai selama kurang lebih satu jam, kedelai kemudian digiling hingga halus.
Hasil gilingan direbus sebanyak dua sampai tiga kali hingga matang, lalu disedot untuk kemudian disaring guna diambil sarinya (aci). Sari kedelai inilah yang nantinya dicetak menjadi papan-papan tahu yang siap dipasarkan.
Sistem kerja di pabrik ini tergolong unik, di mana pedagang yang mengambil tahu dari sana biasanya menanggung upah kerja per saringan kepada para pekerja, sementara pengelola menyediakan fasilitas tempat, listrik, air, dan bahan baku utama.
Dengan manajemen yang matang, pabrik tahu di kawasan Koja ini terus berupaya menjaga kualitas di tengah fluktuasi harga bahan baku dan biaya energi yang dinamis
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....