Harga Plastik Naik, Pedagang Mulai Menjerit

  • 07 Apr 2026 08:06 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Kenaikan harga plastik di pasar tradisional Jakarta semakin membebani pedagang akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dampak tersebut mulai dirasakan sejak dua minggu sebelum bulan puasa dan terus berlanjut hingga awal April 2026.

Para pedagang kini tidak hanya menghadapi kenaikan harga yang signifikan, tetapi juga kelangkaan stok barang. Kondisi ini menghambat aktivitas jual beli dan menurunkan daya beli konsumen di pasar tradisional.

Seorang pedagang plastik, Nando (48), mengatakan harga plastik mengalami kenaikan hampir setiap minggu. Ia menyebutkan beberapa jenis plastik bahkan mengalami kenaikan hingga puluhan ribu rupiah per kilogram.

“Kenaikannya sangat tinggi. Plastik merek Tomat yang tadinya Rp34.000 sekarang jadi Rp52.000 per kilogram,” ujar Nando kepada RRI Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Ia menambahkan, plastik merek Tiger juga mengalami kenaikan dari Rp60.000 menjadi Rp85.000 per kilogram. Lonjakan tersebut dipicu oleh kelangkaan bahan baku biji plastik serta gangguan produksi di sejumlah pabrik.

“Informasi dari pabrik, ada mesin yang berhenti dan bahan baku sulit didapat. Sales juga tidak berani memastikan ketersediaan barang karena stok kosong,” ucapnya.

Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan para pedagang. Pak Nando mengaku omzet penjualannya menurun sekitar 20 hingga 30 persen akibat harga yang terlalu tinggi dan stok yang terbatas.

Para pelanggan pun kerap melayangkan protes. "Capek saya jawabinnya, pelanggan pada komplain 'kok mahal melulu'. Tapi kami tidak bisa apa-apa, kalau modal naik ya harga jual terpaksa kami naikkan, tidak mungkin kami nombok," kata Pak Nando lesu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....