Ekraf Dorong Industri Iklan Tembus Pasar Global lewat ADFEST

  • 02 Apr 2026 11:31 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif memperkuat ekspansi global industri ekonomi kreatif melalui partisipasi pelaku produksi periklanan Indonesia dalam ajang Asia Pacific Advertising Festival atau ADFEST 2026 di Thailand. Langkah ini dilakukan untuk mendorong subsektor periklanan menjadi mesin pertumbuhan baru di tingkat internasional.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, mengatakan Indonesia harus bertransformasi dari sekadar pasar menjadi pemain utama dalam rantai produksi global. “Indonesia tidak boleh berhenti sebagai pasar, tetapi harus masuk sebagai pemain utama dalam rantai produksi global,” ujar Agustini pada Selasa, 31 Maret 2026 seperti ditulis dalam keterangan pers.

Ia menambahkan, partisipasi dalam ajang internasional menjadi strategi penting untuk membuka peluang proyek lintas negara. “Kami ingin membawa proyek masuk ke Indonesia dan menciptakan kolaborasi nyata lintas negara,” ucapnya.

Asia Pacific Advertising Festival 2026 berlangsung pada 19 hingga 21 Maret 2026 di Pattaya, Thailand. Keikutsertaan Indonesia merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif dengan Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesia atau IRPII melalui program IRPII x EKRAF Goes to ADFEST 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Indonesia berpartisipasi melalui program Production Hut yang menjadi ruang untuk menampilkan portofolio sekaligus membuka akses interaksi dengan pelaku industri kreatif global. Melalui booth bersama, berbagai karya film iklan komersial ditampilkan untuk memperkenalkan layanan produksi kepada calon mitra internasional.

Delegasi Indonesia yang terdiri dari tujuh rumah produksi memanfaatkan momentum ini untuk menjalin koneksi profesional dan menjajaki peluang kerja sama. Sejumlah pertemuan bisnis dilakukan dengan perwakilan festival, media industri, serta perusahaan produksi internasional.

Partisipasi pengunjung dari berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Australia, hingga Amerika Serikat menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap kapasitas produksi Indonesia. Hal ini membuka peluang kolaborasi lintas wilayah yang lebih luas bagi pelaku industri nasional.

Diskusi yang berlangsung mencakup penjajakan layanan produksi, potensi proyek internasional, hingga peluang eksposur melalui media global. Komunikasi lanjutan akan dilakukan untuk mengakselerasi peluang tersebut menjadi kerja sama yang lebih konkret.

Melalui partisipasi ini, Kementerian Ekraf mendorong peningkatan peran Indonesia dalam rantai produksi kreatif global, dengan fokus pada penciptaan nilai tambah, penguatan kapasitas industri, serta perluasan kontribusi pelaku nasional dalam proyek-proyek internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....