Indocement Raih Hasil Positif Sepanjang Tahun 2025
- 01 Apr 2026 22:40 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta : PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk meraih sejumlah hasil positif sepanjang tahun 2025. Untuk laba berjalan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp 2.007,9 miliar di tahun 2024 menjadi Rp 2.248,8 miliar di tahun 2025.
Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya mengatakan, catatan positif lainnya yakni, pasar semen kantong tumbuh 0,5%, fasilitas pengumpan biomassa di Kompleks Pabrik Grobogan berkapasitas 40 TPH mulai beroperasi pada Agustus 2025 dan perpanjangan sewa pakai operasi Pabrik dan Kuari Maros dengan Semen Bosowa.
Menurutnya, dari perpanjangan sewa pakai ini, Indocement memperoleh berbagai keuntungan dari sisi distribusi logistik.
"Kita sudah jalin kerjasama sekitar 3 tahun dan diperpanjang 2 tahun. Dalam kerjasama ini pihak Bosowa menghandle distribusi logistik sedangkan kami menangani pengelolaan pabrik. Keuntungan diantaranya kami bisa sampai mengekspor hingga ke Afrika Barat," ujar Christian Kartawijaya di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

Christian menyampaikan untuk catatan positif lainnya, Indocement mengakusisi dua terminal semen milik Semen Bosowa, yakni Terminal Siawung, Sulawesi Selatan dan Terminal Lombok. Tidak hanya itu, entitas anak Indocement, PT Pionirbeton Industri menjalin kemitraan dengan PT Cipta Mortar Utama dan membentuk usaha patungan (joint venture) di bisnis produksi serta pemasaran produk mortar.
Christian menambahkan, untuk pemakaian bahan alternatif meningkat signifikan dari 21,4% di tahun 2024 menjadi 29% di tahun 2025 dan emisi CO² Cakupan (Scope) 1 berhasil diturunkan dari 533 kg CO²/ton ekuivalen semen menjadi 512 kg CO²/ton ekuivalen semen.
"Dari raihan positif ini, posisi kas kuat sebesar Rp 5,9 triliun per 31 Desember 2025," katanya.

Meski berbagai hasil positif diraih, untuk pasar semen domestik turun -2,2% pada 2025, dipengaruhi oleh pelemahan permintaan semen curah sebesar −8,3% akibat penurunan anggaran Pemerintah untuk infrastruktur di 2025. Sementara untuk volume penjualan domestik (hanya semen) Indocement turun −4,2% pada 2025; dengan pasar kantong turun −1,1% dan pasar curah turun −10,9%, sehingga pangsa pasar domestik 2025 sebesar 29,1%.
Di tahun 2026, meski dampak musim hujan dan juga musim libur Idul Fitri terhadap turunnya permintaan semen diharapkan hanya mempengaruhi kinerja pada kuartal I 2026. Christian memperkirakan mulai kuartal II 2026, faktor musim kering dan peningkatan belanja konstruksi akan dapat mengangkat dan menopang pertumbuhan volume permintaan semen.
"Namun, ketidakpastian geopolitik masih menjadi risiko, khususnya pada kenaikan biaya energi baik batu bara dan bahan bakar, sehingga disiplin pengendalian biaya dan pemakaian bahan bakar alternatif kembali menjadi kunci bagi produsen semen untuk dapat mempertahankan kinerjanya," ucap Christian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....