Dibalik Keramaian Lapak Pedagang Mainan oleh Anak-anak pada Momen Lebaran
- 23 Mar 2026 16:50 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Anak-anak membelanjakan 'THR' untuk membeli mainan, mendorong penjualan pedagang mainan eceran hingga 100 item per hari.
- Pistol jelly menjadi mainan paling banyak dicari, dengan rentang harga antara Rp150-300 ribu.
- Penjualan pedagang grosiran Pasar Gembrong Baru terbantu momentum Lebaran.
- Pedagan mainan mengaku tertekan oleh persaiangan harga online dan daya beli konsumen yang selektif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Fenomena anak-anak berbondong-bondong membeli mainan mungkin hanya terjadi saat momen Lebaran. Pantauan di Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Cipinang Besar, Jakarta Timur, tidak jauh dari lokasi Pasar Gembrong Baru, anak-anak berburu mainan di kios-kios pinggir jalan, sementara orang tua mereka gigih menawar harga.
Andri, pedagang mainan eceran di kawasan tersebut mengatakan, penjualan Lebaran tahun ini bisa mencapai 100 item per hari. “Kemarin itu terjual 100 item sehari, kalau hari ini kita belum tahu karena belum hitung,” katanya, pada Minggu, 22 Maret 2026.
Lebaran tahun ini, mainan yang paling banyak dicari adalah pistol jelly. Model mainan ini menyerupai pistol sungguhan, dengan magasin berada di bagian atas. Bila pelatuk ditekan, bunyi menyerupai tembakan akan terdengar dari speaker yang terpasang.
“Harganya bervariasi, mulai dari 150-300 ribu. Mainan pistol ini aman, peluru jellynya akan hancur bila terbentur permukaan keras, tapi tetap harus diawasi orang tua,” kata Andri.
Bagi pedagang mainan grosir di Pasar Gembrong Baru, anak-anak yang membelanjakan ‘THR’nya menjadi pengganti pelanggan utama. Faisal, pedagang mainan grosir mengatakan, konsumen musiman tersebut membantu menambal pendapatan saat libur sekolah.
“Pelanggan kita 90 persen adalah pedagang mainan asongan di sekolah. Kalau sekolah libur, mereka juga libur. Nah, di momen lebaran ini lumayan lah ada penggantinya dari anak-anak yang beli mainan hasil dari ‘THR’nya,” kata Faisal.
Di kios mainan milik Faisal, mainan pistol jelly serupa yang dijual oleh Andri dibanderol seharga Rp150 ribu hingga Rp250 ribu. “Mainan pistol jelly ini sudah banyak yang cari, bahkan dari H-2 Lebaran,” ujarnya.
Persaingan Online dan Menunda Membeli
Pembeli di kios Andri datang silih berganti. Mereka menawar harga dan pulang dengan kantong plastik penuh dengan mainan yang dibeli. Fakta 100 item terjual dalam sehari dinilai Andri masih belum maksimal.
“Konsumen datang membeli satu-dua barang dan itu masih normal. Belum ada yang beli borongan seperti tahun sebelumnya. Tahun lalu ada yang beli sampai 1 hingga 2 juta, bahkan ada yang dikirim ke Papua,” ujar Andri.
Di sisi lain, Andri menyoroti tantangan dari maraknya penjualan online yang memengaruhi persepsi harga di tingkat konsumen. Harga di online marketplace yang kelewat murah menyulitkan pedagang sepertinya untuk bersaing.
“Dampaknya yang merepotkan itu perbandingan harga. Konsumen bilang harga di online itu sekian, di kaki lima sekian. Kita tidak bisa [bersaing] karena kan kita menggaji karyawan, terus membayar lapak, keamanan, dan membayar yang lain,” kata Andri.
Penuturan Andri setali tiga uang dengan apa yang dijelaskan Faisal. Meski peningkatan terasa pada konsumen anak-anak yang membelanjakan uang ‘THR’nya, ia mengakui banyak pelanggannya yang menunda untuk membeli mainan.
“[Penjualan] bagusan tahun lalu. Pelanggan ini menahan keluar duit buat yang tidak pokok kan. Mereka lebih [memilih] beli yang pokok-pokok dulu gitu, seperti beras, minyak, sembako segala macam untuk di rumah, sedangkan kita jualan mainan,” kata Faisal.
Baca juga: Anak-anak Berburu Mainan di Kawasan Pasar Gembrong, setelah Dapat 'THR'
Saat RRI Jakarta berkunjung ke kios milik Faisal, hanya ada satu pelanggan. Ini wajar karena Pasar Gembrong Baru telah tutup pada pukul 19.00 WIB. Suasana berbeda ada di kios mainan sepanjang Jalan Jenderal Basuki Rachmat, pada petang hari sekitar pukul 17.00 WIB.
Bersama orang tua mereka, anak-anak ramai menyerbu kios mainan, memilih mainan favorit dan berpacu pada cuaca yang menandakan sedikit lagi turun hujan. Orang tua berusaha memberikan kebahagian di momen spesial kepada buah hati , sambil mengatur pengeluaran ‘THR’ anak mereka.
“Biar ada kenang-kenangannya pas Lebaran. Gak semuanya dibelanjakan kok, sebagian ditabung,” kata Diana, usai menawar harga dengan gigih untuk mendapatkan harga termurah di kios mainan samping Andri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....