Lonjakan Pesanan Ramadan Dorong Omzet Pelaku Usaha
- 03 Mar 2026 14:10 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Selama bulan Ramadan, banyak pelaku usaha baik skala UMKM maupun korporasi, mengalami lonjakan permintaan pesanan. Hal tersebut sejalan dengan aktivitas belanja masyarakat yang cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan terutama menjelang Lebaran.
Bagi para pelaku usaha, momentum tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan omzet, namun peningkatan pesanan juga menghadirkan tantangan, terutama dalam hal pengelolaan pengiriman agar barang tiba tepat waktu dan tetap menjaga kepuasan pelanggan.
Menurut Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto periode Ramadan adalah salah satu momen dengan peningkatan pengiriman yang signifikan, terutama untuk produk-produk kebutuhan Lebaran seperti fesyen, kue kering, dan hampers.
“Pelaku usaha perlu menyiapkan strategi logistik sejak awal agar lonjakan pesanan dapat dikelola dengan baik dan pengiriman tetap berjalan lancar sehingga kepuasan pelanggan pun tetap terjaga,” ujar Kenny, di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Menurutnya, langkah pertama yang perlu dilakukan pelaku usaha adalah memproyeksikan kenaikan permintaan berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya. Dengan perencanaan lebih awal, pengusaha dapat mengatur stok, jadwal produksi, hingga alur distribusi secara lebih terstruktur. Perencanaan terpenting agar tidak terjadi penumpukan pesanan atau keterlambatan pengiriman di masa puncak.
Selain itu, pemilihan layanan pengiriman juga perlu disesuaikan dengan tingkat urgensi. Menjelang Lebaran, sebagian konsumen berbelanja dalam waktu yang relatif mepet, terutama setelah menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Dalam situasi tersebut, layanan pengiriman dengan estimasi waktu lebih cepat menjadi kebutuhan utama agar barang tiba sebelum hari raya.
Di sisi lain, tidak semua pesanan bersifat mendesak. Untuk pengiriman yang memiliki tenggat waktu lebih longgar, pelaku usaha dapat memilih opsi layanan reguler atau ekonomis guna menjaga efisiensi biaya operasional. Penyesuaian jenis layanan ini dinilai mampu membantu pelaku usaha menyeimbangkan antara kecepatan dan pengeluaran logistik.
Kenny juga menyoroti meningkatnya kebutuhan pengiriman paket berukuran besar selama Ramadan. Distribusi stok ke cabang, reseller, maupun pengiriman langsung ke konsumen dalam jumlah banyak biasanya ikut naik. Tantangan utama pada pengiriman besar adalah durasi yang lebih lama dan biaya yang lebih tinggi, sehingga diperlukan layanan khusus yang mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut tanpa mengorbankan waktu.
Selain aspek kecepatan dan kapasitas, efisiensi administrasi juga menjadi perhatian. Bagi pelaku usaha yang mengandalkan penjualan melalui media sosial atau platform social commerce, proses penghitungan ongkos kirim dan pengelolaan pembayaran kerap menyita waktu, terutama saat volume pesanan meningkat drastis. Sistem pengiriman yang terintegrasi dinilai dapat membantu meminimalkan kesalahan perhitungan sekaligus mengurangi potensi kerugian.
Ramadan, lanjut Kenny, bukan hanya momentum peningkatan transaksi, tetapi juga kesempatan memperkuat loyalitas pelanggan. Ketepatan waktu pengiriman dan kualitas layanan menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang. “Ketika pelanggan menerima barang tepat waktu dan dalam kondisi baik, kepercayaan akan tumbuh. Itu yang perlu dijaga, terutama di momen penting seperti Ramadan,” ujarnya.
Dengan demikian, kesiapan logistik yang matang menjadi kunci bagi pelaku usaha dalam menghadapi lonjakan permintaan musiman. Perencanaan yang terukur, pemilihan layanan sesuai kebutuhan, serta pengelolaan administrasi yang efisien dapat membantu pelaku usaha memaksimalkan potensi penjualan tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada pelanggan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....