Parade Imlek Nusantara 2026 Rayakan Keberagaman Indonesia
- 02 Mar 2026 07:27 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah menghadirkan Parade Imlek Nusantara 2026 sebagai puncak Festival Imlek Nasional di Lapangan Banteng, Jakarta, pada Jumat, 28 Februari 2026 akhir pekan kemarin. Kegiatan ini digelar untuk menegaskan nilai kebersamaan, keberagaman, dan inklusivitas bangsa di ruang publik.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar secara resmi membuka Parade Imlek Nusantara 2026 yang diikuti berbagai komunitas lintas budaya. Ia mengatakan parade ini menjadi ruang perjumpaan budaya Tionghoa dan Nusantara yang dirayakan bersama masyarakat luas.
Irene Umar menegaskan pelaksanaan parade yang bertepatan dengan bulan Ramadan mencerminkan persatuan bangsa melalui kolaborasi lintas sektor. “Indonesia adalah negara yang inklusif karena keberagaman tidak hanya diucapkan, tetapi kita buktikan dan kita rasakan setiap hari,” ujar Irene Umar melalui siaran tertulisnya.
Parade Imlek Nusantara menampilkan arak-arakan budaya yang memadukan tradisi Tionghoa dan Nusantara, mulai dari naga liong, barongsai, hingga ondel-ondel. Kegiatan juga dimeriahkan pertunjukan drum band, wushu, pencak silat, serta seni daerah lainnya.
Parade diawali dengan long march dari kawasan Gereja Katedral Jakarta menuju Lapangan Banteng dan dibuka melalui pemukulan bedug. Sejumlah daerah seperti Pontianak, Surakarta, Medan, dan Semarang turut berpartisipasi menampilkan kolaborasi seni budaya lokal.
Irene Umar menambahkan lokasi parade yang berada di antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral memiliki makna simbolik harmoni antarumat beragama. Menurutnya, keberagaman merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menilai ruang kebudayaan penting sebagai sarana edukasi publik. “Identitas bangsa Indonesia dibentuk bersama melalui proses panjang akulturasi. Banyak unsur budaya yang kita kenal hari ini lahir dari perjumpaan berbagai budaya, termasuk kontribusi masyarakat Tionghoa dalam sejarah, bahasa, kuliner, hingga perjuangan kebangsaan,” ucap Stella Christie.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....