Percepat Pertumbuhan Ekonomi, AFTECH Luncurkan White Paper
- 14 Feb 2026 13:01 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperluas inklusi keuangan nasional, akses terhadap pembiayaan formal masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Terkait hal tersebut Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama Mandala Consulting secara resmi meluncurkan White Paper berjudul “Mendorong Perluasan Akses Kredit melalui Kolaborasi Bertanggung Jawab antara Bank dan Pindar”.
White Paper tersebut mengeksplorasi kesenjangan akses kredit formal di Indonesia sekaligus potensi kolaborasi antara perbankan dan platform pinjaman daring (pindar) atau fintech peer-to-peer (P2P) lending. Selain itu, White Paper tersebut disusun setelah melalui forum presentasi temuan studi dan diskusi panel yang melibatkan regulator, institusi perbankan, asosiasi industri, ekonom, sektor asuransi, serta ekosistem Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA).
Sekretaris Jenderal AFTECH Firlie Ganinduto mengatakan kegiatan peluncuran white paper tersebut menjadi ruang dialog lintas pemangku kepentingan guna membahas implikasi kolaborasi bank dan pindar terhadap inklusi keuangan, pembiayaan produktif Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
“Stagnasi akses kredit di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan yang terjadi saat ini mencerminkan keterbatasan sistem pembiayaan formal dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama segmen underbanked,” kata Firlie melalui keterangan tertulis, Sabtu, 14 Februari 2026.
Menurutnya pendekatan kolaboratif antara perbankan dan pindar saat ini menjadi semakin penting dalam rangka memperluas akses pembiayaan guna mendukung tercapainya target pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Sebab, perluasan akses kredit di Indonesia tidak dapat bergantung
pada satu kanal pembiayaan saja.
“Kolaborasi yang bertanggung jawab antara perbankan dan pindar menjadi kunci penting untuk membuka pintu perluasan pembiayaan dan menjangkau segmen masyarakat yang selama ini belum terlayani secara optimal, dengan tetap menjunjung prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang kuat,” kata ujarnya.
Penyusunan white paper ini juga dilatarbelakangi oleh tren meningkatnya kemitraan antara perbankan dan pindar dalam beberapa tahun terakhir. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan peran bank sebagai sumber pendanaan utama bagi pindar terus meningkat secara signifikan, dari hanya Rp4,5 triliun pada 2021 menjadi Rp46,1 triliun pada 2024.
Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PMVL) OJK, Jasmi menyampaikan pihaknya menyambut baik setiap inisiatif konkret untuk mewujudkan kolaborasi perbankan dan industri pindar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara inklusif dan bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan penguatan tata kelola, manajemen risiko, kemanfaatan, dan perlindungan konsumen.
“Sinergi lintas lembaga keuangan tersebut diharapkan dapat memperluas akses alternatif pembiayaan kepada masyarakat, khususnya UMKM,” katanya.
Sementara itu, Direktur Ekonomi Syariah dan Badan Usaha Milik Negara Kementerian PPN/Bappenas, Rosy Wediawaty turut menyampaikan bahwa perluasan akses pembiayaan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
“Optimalisasi berbagai kanal pembiayaan, termasuk melalui kolaborasi antara lembaga keuangan konvensional dan inovatif, dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, khususnya bagi sektor produktif dan pelaku usaha yang selama ini menghadapi keterbatasan akses kredit formal,” katanya.
Senada, CEO Mandala Consulting Manggala Putra Santosa mengungkapkan peningkatan rasio
kredit sangat menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara melalui penguatan konsumsi,
investasi, dan produktivitas. Namun, tidak dipungkiri tantangan akses kredit di Indonesia belum bisa dilepaskan dari besarnya populasi yang belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem keuangan formal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....