Kisah Bang Yos, Sulap Kramat Tunggak Menjadi JIC
- 22 Agt 2025 16:49 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Lokalisasi Kramat Tunggak yang berada di Utara Jakarta, menjadi lokalisasi terbesar di Asia Tenggara. Prostitusi resmi ini awalnya dilegalkan oleh Gubernur Ali Sadikin sejak 1970-1999, namun atas kebijakan Gubernur Sutiyoso, prostitusi terbesar ini resmi ditutup pada 31 Desember 1999.
RRI Jakarta secara eksklusif mewawancarai Sutiyoso Gubernur Jakarta ke-12 menjabat 10 tahun dari 1997 hingga 2007 terkait ditutup nya Kramat Tunggak hingga menjadi Jakarta Islamic Center (JIC) .
"Jadi, begini," Sutiyoso bercerita, Ali Sadikin yang membuat lokalisasi, bukan dirinya. Tapi, beliau benar (Ali Sadikin) saat itu 32 tahun lalu, PSK berkeliaran dimana-mana dan itu menyebar penyakit, makanya Ali Sadikin mendirikan dilokalisasi di Kramat Tunggak.
"Dulu, Kramat Tunggak tempat jin buang anak. 32 tahun kemudian, gubernurnya kan saya, sudah semakin rapat orang ke sana, karena ada kehidupan, " kata Sutiyoso.
Menurut Sutiyoso beragam aktifitas ada di Keramat Tunggak, ada penjual es, kue, dan macam-macam. Dengan komposisi seperti itu bagaimana agar dirinya dapat mencegah dampak lingkungan.
"Anak-anak pada melihat orang pangku-pangkuan, romantis-romantisan. Jadi, sebagai gubernur saya diminta untuk menutup itu. Tapi, kan sempat enggak berani, ribuan orang berjaga di situ, premannya sebarek-abrek, " kata Sutiyoso.
Kemudian, Sutiyoso mengatakan, pas dirinya menjabat Gubernur datang lagi kelompok muslim ibu-ibu, mereka meminta untuk menutup prostitusi di Kramat Tunggak, mereka berfikir sesulit apapun masalahnya pasti ada solusinya.
"Aku tanya mengapa ibu-ibu wanita mau menjual dirinya? Bahasa Padang nya itu 'terpakso' mereka terpaksa, artinya kalau ada lahan lain mereka akan tinggalkan pekerjaan itu, " kata pria yang akrab disebut Bang Yos.
Bang Yons kembali menjelaskan ceritanya.
"Makanya saya tawarkan kepada PSK ini kan kalau tempatnya saya tutup anda mau kerja apa? Berbagai alternatif saya berikan, kaya nyalon, jahit, dan sebagainya, " ujar Bang Yos.
Untuk merubah image itu sangatlah sulit, kemudian Sutiyoso bertemu dengan Dai Zaenudin MZ karena menurutnya beliaulah sosok Dai paling populer.
"Saya suruh dia ngomong dong ke Kramat Tunggak kalau ikut Bang Yos ke arah kanan surga, kalau terus kaya gini akan ke neraka, pokoknya saya suruh dia ngomong gimana caranya, " terang Bamg Yos.
Jadi, otak pun dicuci oleh Dai Kondang agar PSK mau meninggalkan pekerjaan ini, selama satu tahun baru Bang Yos bisa nyatakan Kramat Tunggak di tutup ketika mereka siap secara mental, maupun keterampilannya.
"Itu pada terharu, PSK-PSK pada menangis merangkuli saya, " kenang Bang Yos.
Usai sosialisasi, Bang Yons langsung eksekusi lahan seluas 11 hektare terbesar memurutnya Kramat Tunggak merupakan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara.
"Enggak ada traktor masuk situ, enggak ada orang jerit-jerit, " ujar Bang Yos.
Usai melakukan pengosongan lahan Bang Yos melakukan umroh untuk meminta petunjuk Allah.
"Pas saya umroh saya minta petunjuk Allah, saya apakah Kramat Tunggak ini. Terus saya pikir Jakarta mayoritas muslim, tetapi tidak ada Islamic Center, " ujar Bang Yos.
Dari sinilah nama Islamic Center dicetus, tidak hanya sebagai sarana dakwah dan pengembangan Islam, namun juga sebagai sarana umat muslim untuk mendalami agama Islam.
Awalnya Sutiyoso takut untuk memulai gagasan ini, namun sebagai pemimpin Ia banyak bertanya kepada para ulama terkemuka di Indonesia.
"Maka saya kumpulkan ulama, saya penggil ke Balai Kota terus saya bilang ke mereka 'ini Kramat Tunggak sudah saya penuhi untuk ditutup, sekarang kosong. Bapak ibu sekalian, saya punya pemikiran mohon izin, kalau saya ucapkan terus bapak atau ibu enggak setuju langsung teriak jangan maka tak akan saya lakukan' terus mereka pada diam semua," ujar Bang Yos sambil tertawa.
Kemudian dihadapan para ulama Bang Yos menjelaskan bahwa belum ada tempat untuk pembinaan muslim untuk generasi yang akan datang. Maka dirinya meminta izin akan menjadikan bekas Kramat Tinggak menjadi Islamic Center.
"Mereka langsung bediri dan teriak 'Allahuakbar', saya sampai merinding banget, " ujar Bang Yos mengenang.
Atas perjuangannya, saat ini Masjid Jakarta Islamic Center birdiri, disana juga dibangun beberapa sarana dan prasarana seperti penginapan dan lahan berolahraga.
"Jadi saya bisa klaim bahwa Kramat Tunggak adalah satu-satunya di dunia, tempat haram jadah menjadi tempat sajadah, " ujar Bang Yos.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....