Yayasan Kembara Nusa Hadirkan Layanan Kesehatan Gigi Gratis bagi Warga 3T

  • 23 Jul 2026 18:37 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Yayasan Kembara Nusa kembali hadirkan program layanan kesehatan gigi gratis dengan menyasar wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Melalui kolaborasi dengan GIGI.ID, Basecamp Melangkiki, serta dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Peduli, kegiatan ini berlangsung pada 23-24 Juli 2026.

Dalam pelaksanaannya, dihadirkan pemeriksaan, perawatan, konsultasi, hingga edukasi kesehatan gigi bagi anak-anak maupun orang dewasa yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.

Sebanyak 74 relawan lintas profesi terlibat dalam kegiatan tersebut yang terdiri atas 24 relawan dari berbagai daerah di Indonesia, yakni 21 dokter gigi umum dan spesialis serta tiga relawan nonmedis.

Para relawan bekerja bersama 50 anggota Basecamp Melangkiki yang mendukung pelaksanaan kegiatan sejak tahap persiapan hingga di lapangan.

Co-Founder Yayasan Kembara Nusa, drg. Stella Valentina, Sp.Ort., mengatakan Kabupaten Alor dipilih karena masih menghadapi tantangan dalam akses layanan kesehatan gigi. Menurutnya, selain memberikan perawatan, edukasi menjadi bagian penting agar masyarakat mampu mencegah masalah kesehatan gigi di kemudian hari.

“Alor menjadi perhatian kami mengingat masih adanya tantangan terhadap akses layanan kesehatan gigi. Tujuan kami bukan hanya menangani keluhan, tetapi juga membantu masyarakat mencegah masalah gigi berulang,” kata Stella melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Selama dua hari pelaksanaan, masyarakat memperoleh pemeriksaan dan konsultasi kesehatan gigi, tindakan medis sesuai hasil pemeriksaan, serta edukasi mengenai cara dan waktu menyikat gigi yang benar.

Anak-anak dan keluarga juga didorong membiasakan pemeriksaan gigi secara berkala setiap enam bulan, bukan hanya ketika mengalami keluhan.

“Karena itu, pemeriksaan dan perawatan selalu kami lengkapi dengan edukasi menyikat gigi yang benar dan pentingnya pemeriksaan rutin. Di wilayah kepulauan, pengetahuan yang dapat diterapkan setiap hari sama pentingnya dengan menghadirkan layanan medis,” ujar Stella.

Sebagai informasi, program ini menargetkan 500 penerima manfaat di Desa Kokar, Kecamatan Alor Barat Laut, serta Posyandu Lipa B di Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor.

Kegiatan di Alor merupakan bakti sosial keempat Yayasan Kembara Nusa di Nusa Tenggara Timur sekaligus menjadi program pengabdian tahunan kedelapan sejak yayasan berdiri pada 2018. Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya mendukung pemerataan layanan kesehatan gigi di daerah yang masih minim tenaga medis.

Berdasarkan data Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan pada 2025 yang telah menjangkau hampir sembilan juta peserta, masalah kesehatan gigi menjadi temuan paling dominan, bahkan melampaui hipertensi. Sekitar satu dari dua peserta berusia 0 hingga 60 tahun tercatat mengalami gigi berlubang.

Sementara itu, pada 2026 Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 1,1 juta anak atau sekitar 41 persen dari anak yang diperiksa melalui Program CKG mengalami gigi berlubang.

Di sisi lain, Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) menyebut masih terdapat 26,8 persen puskesmas di Indonesia yang belum memiliki dokter gigi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mendorong penguatan layanan kesehatan gigi secara menyeluruh, mulai dari edukasi sejak usia dini hingga pemerataan tenaga medis ke seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah juga mengampanyekan kebiasaan menyikat gigi dengan benar serta pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan.

Program Kembara Nusa di Alor dinilai sejalan dengan kebijakan tersebut karena menggabungkan pelayanan langsung dengan edukasi pencegahan. Pendekatan ini dinilai penting mengingat karakteristik wilayah kepulauan dengan sebaran permukiman dan akses menuju fasilitas kesehatan yang masih terbatas.

Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, mengapresiasi kehadiran para relawan, khususnya 21 dokter gigi umum dan spesialis dari berbagai daerah yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kehadiran 21 dokter gigi secara bersamaan menjadi momentum penting bagi Kabupaten Alor. Kegiatan yang menjangkau sejumlah titik di Kecamatan Alor Barat Laut dan Teluk Mutiara ini akan sangat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi,” ucap Rocky.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Alor, kami menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Kembara Nusa dan seluruh mitra yang telah menghadirkan layanan ini bagi masyarakat Alor,” sambungnya.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli. Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan pemerataan akses kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Bagi BRI, akses kesehatan yang lebih merata merupakan salah satu fondasi bagi peningkatan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat. Melalui BRI Peduli, BRI mendukung kolaborasi yang mempertemukan keahlian tenaga medis dengan kekuatan komunitas lokal,” tutur Dhanny.

Program di Alor melanjutkan rangkaian pengabdian Yayasan Kembara Nusa yang dimulai sejak 2018. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di sejumlah daerah, seperti Maumere, Sumba, dan Lombok Utara.

“Kami berharap manfaatnya tidak hanya dirasakan saat pemeriksaan dan perawatan, tetapi juga melalui pengetahuan yang dapat diterapkan keluarga secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara tenaga medis, komunitas lokal, pemerintah daerah, dan sektor swasta, Yayasan Kembara Nusa berharap layanan kesehatan gigi dapat terus diperluas sehingga masyarakat di wilayah kepulauan maupun daerah yang sulit dijangkau memperoleh akses kesehatan yang lebih merata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....