TNI dan Masyarakat Batak Adalah Kesatuan Penting NKRI

  • 06 Okt 2026 22:05 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID.Jakarta: Hubungan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat Batak menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat persatuan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal tersebut mengemuka dalam program Apresiasi Budaya Batak Pro 4 RRI Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Hadir sebagai narasumber Mayjen TNI (Purn) Karev Marpaung, S.Sos., M.M., Wakil Ketua Intelektual Think Tank BATAK CENTER, yang hadir langsung di Studio Lantai 6 Pro 4 RRI Jakarta. Dalam perbincangan yang dipandu host Jo Aditya, Karev Marpaung mengulas kedekatan historis antara TNI dan masyarakat Batak serta pentingnya membangun sinergi yang berlandaskan semangat kebangsaan.

Menurut Karev Marpaung, masyarakat Batak memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia, termasuk kontribusi dalam berbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai seperti keberanian, keteguhan prinsip, semangat gotong royong, serta penghormatan terhadap ikatan kekerabatan menjadi modal sosial yang dapat memperkuat kehidupan kebangsaan. Dalam konteks tersebut, TNI tidak hanya dipandang sebagai institusi pertahanan negara, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan dan stabilitas nasional. Karena itu, hubungan antara TNI dan masyarakat perlu terus dibangun melalui komunikasi, kebersamaan, serta kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi bangsa.

Lebih jauh, Karev Marpaung menekankan bahwa kekuatan bangsa Indonesia tidak semata-mata ditentukan oleh aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam menjaga persaudaraan di tengah keberagaman. Masyarakat Batak dengan kekayaan budaya, adat istiadat, dan sistem kekerabatannya memiliki nilai-nilai luhur yang relevan untuk terus dikembangkan dalam kehidupan modern. Semangat Dalihan Natolu, misalnya, mengajarkan pentingnya keseimbangan hubungan sosial, penghormatan terhadap sesama, serta tanggung jawab dalam menjaga keharmonisan komunitas. Nilai-nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat kebersamaan dan persatuan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

Dalam dialog tersebut, pembahasan juga menyoroti pentingnya peran generasi muda Batak dalam meneruskan nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjaga identitas budaya. Menurut Karev Marpaung, kemajuan zaman dan perkembangan teknologi tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan akar budayanya. Justru, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan sejarah, adat, seni, dan kontribusi masyarakat Batak kepada masyarakat yang lebih luas. Di sisi lain, TNI bersama seluruh elemen masyarakat juga memiliki peran dalam membangun ketahanan nasional yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mencakup ketahanan sosial, budaya, dan karakter kebangsaan.

Melalui perbincangan di Apresiasi Budaya Batak Pro 4 RRI Jakarta, Mayjen TNI (Purn) Karev Marpaung mengajak masyarakat untuk melihat hubungan TNI dan masyarakat Batak sebagai bagian dari perjalanan panjang dalam menjaga persatuan Indonesia. Kebersamaan tersebut perlu terus dirawat melalui dialog dan kerja sama yang positif, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal. Kehadiran Karev Marpaung di Studio Lantai 6 Pro 4 RRI Jakarta bersama host Jo Aditya sekaligus menjadi ruang untuk mengingatkan bahwa kekuatan Indonesia lahir dari keberagaman masyarakatnya. Dengan semangat persaudaraan, nilai budaya, dan komitmen kebangsaan yang terus dijaga, sinergi TNI dan masyarakat Batak diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia yang semakin kuat, bersatu, dan berdaulat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....