RRI Jakarta Bahas Kearifan Lokal Banyumas dalam Berbagi Air Bersih

  • 05 Okt 2026 11:10 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID.Jakarta: Upaya menghidupkan kembali kearifan lokal dalam berbagi air bersih menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang penting di tengah berbagai persoalan lingkungan dan kebutuhan dasar masyarakat. Hal tersebut menjadi pembahasan menarik dalam acara Apresiasi Budaya Banyumas Pro 4 RRI Jakarta, yang menghadirkan Izroil, Ketua Umum Papeling, dan Misto, Ketua PAGANA Papeling Tanggap Bencana. Keduanya hadir langsung di Studio Seni Jawa, Jumat, 2 Oktober 2026, dalam dialog yang dipandu Host Dermawan Ismail dan Kang Jori Guplak. Perbincangan menyoroti bagaimana tradisi saling membantu dan berbagi air dapat kembali diperkuat sebagai bagian dari karakter masyarakat Banyumas.

Menurut Izroil, berbagi air bersih bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga merupakan cerminan nilai kebersamaan yang sejak dahulu hidup di tengah masyarakat. Air merupakan sumber kehidupan yang menyangkut kepentingan semua orang sehingga pemanfaatannya perlu dilakukan secara bijaksana dan berkeadilan. Semangat berbagi, menurutnya, merupakan bagian dari kearifan lokal yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar masyarakat tidak hanya memandang air sebagai komoditas, tetapi juga sebagai amanah yang harus dijaga dan dimanfaatkan bersama. Nilai gotong royong tersebut sekaligus menjadi kekuatan sosial ketika masyarakat menghadapi kondisi kekurangan air bersih.

Sementara itu, Misto menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi persoalan air bersih, khususnya ketika terjadi bencana atau kondisi darurat. Melalui PAGANA Papeling Tanggap Bencana, kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan bantuan sesaat, tetapi menjadi gerakan sosial yang terorganisasi. Penyediaan dan distribusi air bersih harus memperhatikan kebutuhan warga secara tepat, terutama kelompok masyarakat yang berada di wilayah terdampak. Menurut Misto, budaya saling membantu perlu dipadukan dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana sehingga kearifan lokal dapat menjadi kekuatan nyata dalam membantu masyarakat.

Dialog tersebut juga mengingatkan bahwa persoalan air bersih tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sumber air, tetapi juga menyangkut kesadaran untuk menjaga lingkungan. Kerusakan alam, perubahan cuaca, serta berkurangnya daerah resapan dapat memengaruhi ketersediaan air bagi masyarakat. Karena itu, semangat berbagi harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga sumber mata air, sungai, dan lingkungan sekitar. Nilai-nilai kebersamaan masyarakat Banyumas seperti gotong royong, kepedulian, dan saling membantu dapat menjadi modal sosial untuk membangun kesadaran bahwa menjaga air adalah tanggung jawab bersama.

Melalui pembahasan “Menghidupkan Kembali Kearifan Lokal Berbagi Air Bersih”, Izroil dan Misto mengajak masyarakat untuk melihat kembali kekuatan tradisi lokal sebagai solusi menghadapi persoalan kehidupan modern. Kearifan lokal tidak seharusnya hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai kebutuhan zaman. Semangat berbagi air bersih menjadi contoh sederhana bagaimana budaya gotong royong dapat diwujudkan dalam tindakan nyata. Dari Studio Seni Jawa, melalui Apresiasi Budaya Banyumas Pro 4 RRI Jakarta, pesan yang mengemuka adalah bahwa ketika kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan kembali dihidupkan, masyarakat akan memiliki kekuatan lebih besar untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga nilai-nilai luhur budaya Banyumas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....