Mengenal Motif Batik Nusantara: Batik Priangan Punya Karakter Sunda

  • 28 Sep 2026 16:08 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID. Jakarta - Batik Priangan berkembang di wilayah Jawa Barat dan membawa karakter budaya Sunda ke dalam dunia batik. Dibandingkan motif keraton Jawa Tengah, tampilannya cenderung lebih ringan, natural, dan dekat dengan lingkungan sekitar.

Motif-motif Priangan banyak mengambil inspirasi dari flora, fauna, lingkungan, serta simbol budaya masyarakat Sunda. Bentuk tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pola batik yang dapat digunakan sebagai busana maupun produk kerajinan.

Karakter ini sebenarnya sejalan dengan kecenderungan batik daerah di luar keraton. Kajian tentang batik Banyumasan, misalnya, menunjukkan bagaimana masyarakat mengembangkan motif berdasarkan lingkungan sekitar seperti dedaunan, bunga, dan binatang.

Dalam konteks Priangan, kedekatan dengan alam menjadi salah satu kekuatan visual. Daun, bunga, burung, tumbuhan dan unsur lingkungan dapat menjadi sumber inspirasi. Karena itu, motif Priangan memiliki ruang kreativitas yang luas dan tidak selalu terikat pada satu pakem.

Warna batik Priangan juga berkembang mengikuti karakter daerah dan kreativitas perajin. Warna cerah maupun kombinasi modern dapat ditemukan dalam berbagai produk batik Jawa Barat. Perubahan warna tersebut membuat motif tradisional lebih mudah masuk ke dunia fesyen masa kini.

Filosofi motif Priangan umumnya dapat dibaca melalui hubungan manusia dengan alam dan lingkungan budaya Sunda. Namun, seperti halnya batik daerah lainnya, makna dapat berbeda sesuai nama motif dan daerah pembuatannya. Karena itu, satu nama “batik Priangan” tidak berarti hanya memiliki satu filosofi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....