Mengenal Motif Batik Nusantara: Batik Sogan Warna Klasik Jawa

  • 28 Sep 2026 15:39 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID. Jakarta - Batik Sogan mudah dikenali dari warna cokelatnya yang hangat dan berkarakter. Bagi banyak orang, warna inilah yang langsung mengingatkan pada batik klasik Yogyakarta dan Surakarta.

Nama Sogan berasal dari penggunaan pewarna yang secara tradisional berkaitan dengan pohon soga. Warna cokelat kemudian menjadi identitas kuat batik klasik Jawa. Dalam perkembangannya, istilah Sogan juga digunakan untuk menyebut batik bernuansa cokelat dengan motif klasik.

Sogan Yogyakarta dan Surakarta memiliki perbedaan karakter warna. Sogan Yogyakarta cenderung menggunakan cokelat tua kehitaman, hitam, dan putih, sedangkan Sogan Solo dikenal dengan variasi cokelat-oranye, cokelat, atau hitam.

Motif yang digunakan biasanya berasal dari tradisi batik klasik seperti Parang, Kawung, Sidomukti, Truntum, atau Semen. Karena itu, Sogan sebenarnya bukan hanya nama satu motif, melainkan juga berkaitan dengan karakter pewarnaan dan tradisi batik klasik Jawa.

Filosofinya mengikuti motif yang digunakan. Ketika kain Sogan menggunakan Parang, misalnya, makna yang dibicarakan adalah filosofi Parang. Begitu pula jika menggunakan Kawung atau Sidomukti. Karena itu, Sogan sebaiknya tidak diberi satu filosofi tunggal.

Dahulu batik dengan motif tertentu memiliki aturan penggunaan di lingkungan keraton dan berkaitan dengan kedudukan sosial. Kajian mengenai batik Yogyakarta dan Surakarta mencatat bahwa batik pernah menjadi bagian dari lingkungan kekuasaan dan digunakan untuk menunjukkan nilai sosial maupun status.

Kini Sogan justru semakin mudah ditemui dalam kehidupan modern. Warnanya digunakan pada kemeja, blazer, kebaya, sarung, hingga busana formal. Dari lingkungan keraton menuju dunia fesyen, Sogan menunjukkan bahwa warna klasik masih memiliki tempat dalam selera masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....