Empat Tahun Bakul Budaya Nusantara, Merawat Tenun dan Budaya Kalimantan
- 17 Sep 2026 00:29 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- bincang budaya tentang tenun Kalimantan bersama perancang sekaligus pelestari tenun Dian Oerip dan Wilsen Willim, parade tenun, serta pertunjukan tari dan musik dari berbagai daerah di Kalimantan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Yayasan Bakul Budaya Nusantara (BBN) memperingati HUT ke-4 sekaligus Hari Tenun Nasional 2026 melalui rangkaian kegiatan budaya pada 12–13 September 2026 di Kampus Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UI, Depok, Jawa Barat. Mengangkat tema “Kolaborasi dalam Aksi: Berkenalan dengan Tenun dan Budaya Kalimantan”, kegiatan ini menjadi ruang untuk mengenal kekayaan budaya Kalimantan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. BBN yang sebelumnya bernama Bakul Budaya lahir pada 3 September 2022, sementara Hari Tenun Nasional diperingati setiap 7 September berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 18 Tahun 2021.
Ketua Umum Yayasan Bakul Budaya Nusantara, Dewi Fajar Marhaeni, mengatakan kolaborasi menjadi bagian penting dalam menjalankan misi organisasi sekaligus berkontribusi terhadap pemajuan kebudayaan nasional. Pada perayaan tahun ini, BBN menghadirkan beragam budaya Kalimantan, mulai dari masyarakat Singkawang, permainan tradisional Kalimantan Selatan, seni tari dan musik, hingga wastra, termasuk tenun. Rangkaian kegiatan tersebut digelar bersama FIB UI dengan dukungan Kementerian Kebudayaan RI dan Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Selatan.

Kegiatan hari pertama diisi Workshop Tari Japin Rantauan dan Tari Kreasi Manasai, pameran budaya “Keliling Kalimantan”, bazar kuliner Nusantara, serta Beauty Class bersama OMG. Sekitar 100 peserta mengikuti workshop Tari Japin Rantauan yang dipandu Sri Hermina atau Kak Mimin. Para peserta tidak hanya mengenal, tetapi juga mempraktikkan tari tradisional Kalimantan Selatan tersebut. Di tengah rangkaian kegiatan, peserta dan pengunjung juga diajak berdonasi untuk membantu penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Puncak perayaan berlangsung pada Minggu, 13 September 2026 dengan suasana penuh warna melalui busana dan ragam seni Nusantara. Acara diisi bincang budaya tentang tenun Kalimantan bersama perancang sekaligus pelestari tenun Dian Oerip dan Wilsen Willim, parade tenun, serta pertunjukan tari dan musik dari berbagai daerah di Kalimantan. BBN juga menampilkan Bakul Swara dan menggelar perayaan HUT ke-4 dengan nasi Astakona khas Banjar sebagai pengganti tradisi nasi tumpeng. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan lagu “Manari Manasai” dan flashmob tari Manasai bersama para peserta yang hadir.

Perayaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari menjaga ruang hidup masyarakat. BBN melihat tenun, tari, musik, kuliner, hingga tradisi tutur sebagai bagian dari pengetahuan yang tumbuh dari kedekatan masyarakat Kalimantan dengan hutan, sungai, dan alam. Karena itu, ketika hutan dan ruang hidup terancam oleh kebakaran hutan dan lahan, yang dipertaruhkan bukan hanya kelestarian alam, tetapi juga kehidupan masyarakat dan pengetahuan budaya yang diwariskan lintas generasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....