Sentuhan Digital Radio RRI Jaga Keberlanjutan Budaya Arek

  • 12 Sep 2026 18:24 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Eksistensi radio sebagai sarana penyebarluasan informasi kebudayaan terus melaju kencang di tengah gempuran era digitalisasi modern. Hal ini dibahas dalam siaran dialog interaktif "Suara Budaya Nusantara" bertema "Radio, Sarana Penyebarluasan Informasi Budaya" yang digelar oleh RRI Surabaya bersama RRI Jakarta pada Jumat 11 September 2026 Dipandu oleh host Wahyu Binantoro Chan dan Jo Adithya, RRI membuktikan kesiapannya menjawab tantangan zaman melalui platform visual streaming. Transformasi ini membuka peluang luas untuk merawat serta mengukuhkan budaya Arek Jawa Timur agar tetap diminati generasi muda.

Menanggapi adaptasi media audio di era modern, penulis sekaligus aktivis budaya Jawa Timur, Henri Nurcahyo, menegaskan bahwa kemajuan teknologi justru memperkuat peran strategis radio. "Tantangan radio berwarna itu sudah terjawab dengan era teknologi ini melalui streaming, di mana siaran radio sekarang tidak hanya bisa didengarkan tetapi juga ditonton secara visual," ujar Henri. Menurutnya, fleksibilitas radio yang dapat dinikmati sembari beraktivitas harian menjadi keunggulan tersendiri yang tidak mudah tergantikan. Keunggulan ini membuat pesan-pesan kebudayaan dapat tersampaikan secara lebih santai dan masuk ke kehidupan sehari-hari masyarakat.

Terkait pelestarian nilai lokal bagi generasi muda, Henri menambahkan bahwa kunci utamanya terletak pada penyesuaian kemasan sajian budaya. "Bagaimana kita memandang budaya Arek dalam perspektif anak muda, sehingga hal-hal yang adiluhung dapat dikemas secara populer sesuai dengan bahasa mereka," jelas Henri. Langkah inovatif seperti mentransformasikan tradisi tutur dan naskah sastra ke dalam format audiobook atau drama audio dinilai sangat ampuh memikat anak muda. Dengan pendekatan yang relevan, generasi muda dapat lebih mudah mencintai dan bangga pada warisan budayanya sendiri.

Karakteristik kebudayaan Arek yang mencakup wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, hingga Malang dikenal sangat egaliter, terbuka, dan lugas. Kesenian khas seperti ludrukan menjadi bukti nyata dari semangat kerakyatan yang hidup alami di tengah masyarakat Arek. Oleh sebab itu, radio memiliki kelekatan emosional yang amat kuat dalam memperkuat identitas budaya daerah agar tetap mengakar. Melalui siaran yang konsisten, nilai-nilai lokal ini tetap terjaga dengan baik di tengah arus globalisasi.

Selain mengandalkan pendekatan visual modern, kebangkitan kembali budaya audio percaya mampu membangun ruang imajinasi yang unik bagi pendengarnya. Pengalaman mendengarkan siaran seperti drama radio hingga cerita kebudayaan memberikan kesan personal yang amat mendalam. Media audio tidak hanya menjadi teman setia dalam aktivitas masyarakat sehari-hari, tetapi juga berfungsi sebagai benteng pertahanan budaya bangsa. Lewat sinergi teknologi dan kearifan lokal, RRI terus berkomitmen menjaga nyala kelestarian budaya Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....