Menelusuri Sejarah Perkeretaapian Banyumas lewat Cerita dari Leiden

  • 09 Sep 2026 05:30 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Jejak panjang sejarah perkeretaapian dan warisan cagar budaya di kawasan Banyumas Raya senantiasa menyimpan nilai historis yang menarik untuk diungkap. Dedikasi dalam meneliti arsip-arsip tua menjadi pilar penting agar memori kolektif masyarakat lokal tidak hilang ditelan zaman. Upaya penelusuran sejarah ini tidak hanya dilakukan di tanah air, tetapi juga merambah hingga ke pusat riset internasional di Belanda. Keberadaan dokumen-dokumen bersejarah tersebut menjadi kunci utama dalam merekonstruksi keutuhan narasi masa lalu secara akurat.

Sebagaimana dikutip dari unggahan akun Instagram @banjoemasheritageweek, Jatmiko Wicaksono merupakan peneliti dan pegiat sejarah lokal yang selama lebih dari 15 tahun menelusuri sejarah perkeretaapian, bangunan, dan warisan sejarah di Banyumas Raya. Melalui Banjoemas History Heritage Community, ia aktif membagikan hasil risetnya kepada publik melalui pameran, tur sejarah, dan berbagai kegiatan edukasi. Ketekunan tersebut membawanya pada kesempatan berharga untuk memperdalam kajian sejarah lokal hingga ke tingkat global.

Masih mengutip akun Instagram @banjoemasheritageweek, pada 2025, Jatmiko menerima Lingling Wiyadharma Fellowship dari Leiden University. Melalui fellowship tersebut, ia berkesempatan melakukan riset di Leiden, Belanda, dengan menelusuri berbagai arsip dan sumber sejarah berbahasa Belanda terkait perkeretaapian di Lembah Serayu, termasuk sejarah Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS). Penelusuran arsip-arsip kolonial ini memberikan wawasan baru yang sangat berharga bagi pengayaan literasi sejarah perkeretaapian kawasan tersebut.

Pengalaman serta temuan berharga selama melakoni riset di Negeri Kincir Angin tersebut kini siap dibagikan kepada masyarakat luas. Dalam agenda Sharing Session: Cerita dari Leiden, publik diajak untuk membedah proses penelusuran dokumen tua hingga perjalanan mendapatkan fellowship tersebut. Diskusi ini menjadi ruang edukasi yang sangat terbuka bagi akademisi, mahasiswa, serta masyarakat pecinta sejarah lokal. Pengetahuan mengenai tata cara penelusuran arsip diharapkan dapat memantik semangat peneliti muda lainnya.

Kegiatan diskusi sejarah tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, pukul 16.00–17.30 WIB di Hetero Space Banyumas. Acara yang diselenggarakan secara gratis ini menghadirkan Jatmiko Wicaksono selaku pendiri Banjoemas History Heritage Community sekaligus pemerhati jalur kereta SDS. Masyarakat yang berminat dapat mendaftarkan diri secara daring melalui tautan resmi yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara. Sesi berbagi ini diharapkan dapat menjadi sarana pencerahan bagi perkembangan dunia riset sejarah lokal.

Upaya pendokumentasian sejarah perkeretaapian Lembah Serayu menjadi bukti nyata pentingnya menjaga keberlanjutan riset sejarah Nusantara. Sinergi antara komunitas lokal dan lembaga kajian internasional terbukti mampu melahirkan karya literasi yang komprehensif. Melalui penelusuran arsip yang konsisten, generasi mendatang dapat terus mempelajari dan menghargai rekam jejak peradaban daerahnya. Merawat ingatan sejarah adalah bagian tak terpisahkan dari usaha menjaga identitas dan martabat bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....