Eksplorasi Geoarkeologi Situs Gunung Padang dan Kumitir lewat Kuliah Tamu

  • 09 Sep 2026 05:29 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Penyelidikan terhadap Situs Gunung Padang Cianjur kembali menjadi sorotan setelah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia membentuk Tim Peneliti khusus. Pembentukan tim dan proses pemugaran ini melanjutkan rangkaian riset yang terus dievaluasi secara lintas disiplin ilmu. Rangkaian ekskavasi tersebut berhasil menemukan kepingan perunggu pada kedalaman empat meter yang mengindikasikan jejak peradaban tua. Penerapan geofisika magnetik digunakan untuk membedakan struktur alami dan rekayasa manusia secara objektif.

Narasumber utama kegiatan ini, Prof. Danny Hilman Natawidjaja, menjelaskan pentingnya peran disiplin ilmu kebumian dalam mengungkap riwayat masa lalu. “Geoarkeologi menggunakan serangkaian teknik untuk merekonstruksi kondisi lingkungan masa lalu,” ungkap Peneliti Ahli Utama BRIN tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh penyelidikan arkeologi pada dasarnya bersifat geologis karena sisa material terkubur dalam lingkungan kebumian. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi jejak mikroskopis aktivitas manusia purba yang sulit diamati mata telanjang.

Lebih lanjut, Prof. Danny Hilman Natawidjaja memaparkan penerapan metode ilmiah ini pada beberapa kawasan bersejarah di Indonesia. “Sebelumnya tim BRIN telah melakukan kajian geoarkeologi di Kumitir Trowulan Mojokerto,” jelasnya merujuk pada pemanfaatan ilmu geofisika. Integrasi sains kebumian dan arkeologi dinilai sangat vital untuk menjawab perdebatan akademis secara transparan. Kajian komprehensif pada situs Kumitir dan Gunung Padang sekaligus memperkaya pemahaman kita mengenai pola adaptasi manusia Nusantara.

Penggunaan metode geoarkeologi terbukti mampu mengungkap rahasia situs purbakala yang selama ini tertimbun di dalam tanah. Penerapan teknologi resolusi tinggi memudahkan peneliti memetakan lapisan tanah tanpa harus merusak cagar budaya yang ada. Langkah ini menjadi pilar penting dalam menjaga keberlanjutan pemeliharaan warisan sejarah nasional. Keberhasilan penelitian lintas disiplin ini sekaligus membuktikan tingginya potensi ilmu geofisika dalam mendukung eksplorasi arkeologi modern.

Pembahasan mendalam mengenai studi kasus dua situs bersejarah ini dikemas melalui Kuliah Tamu bertajuk Geoarkeologi: Studi Kasus Situs Gunung Padang Cianjur dan Kumitir Mojokerto. Acara ini diselenggarakan oleh Departemen Teknik Geofisika ITS pada Sabtu, 12 September 2026, pukul 09.00–11.00 WIB melalui Zoom. Diskusi ilmiah yang terbuka untuk umum ini dipandu oleh Ammara Aliya Nadhira Maharani, mahasiswi Teknik Geofisika ITS, selaku moderator. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi akademik bagi mahasiswa dan masyarakat yang ingin memahami penerapan sains kebumian.

Melalui agenda ilmiah ini, publik diharapkan dapat memperoleh wawasan objektif berbasis data teknis mengenai situs Gunung Padang dan Kumitir. Sinergi antara peneliti, akademisi perguruan tinggi, dan Kementerian Kebudayaan terus didorong demi melestarikan cagar budaya bangsa. Penguatan riset berbasis ilmu pengetahuan menjadi kunci utama agar sejarah peradaban Nusantara dapat terkuak secara akurat. Pemahaman yang benar terhadap warisan masa lalu akan memperkokoh jati diri serta kebanggaan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....