Maulid di Gorontalo, Toyopo hingga Tolangga Sarat Makna

  • 08 Sep 2026 21:24 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah teriknya musim kemarau, semangat masyarakat Gorontalo memuliakan kelahiran Nabi Muhammad SAW justru tetap menyala. Tradisi Maulid Nabi dengan sajian Toyopo, Walima, dan Tolangga menjadi bagian dari kekayaan budaya yang sarat nilai syukur, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Makna tradisi tersebut menjadi bahasan dalam Siaran Suara Budaya Nusantara edisi Selasa, 1 September 2026, yang disiarkan berjaringan oleh RRI Gorontalo dan RRI Jakarta.

Program yang mengudara pukul 13.00–14.00 WIB itu menghadirkan Bima Katara, ustadz muda sekaligus budayawan muda Gorontalo, sebagai narasumber. Dalam perbincangan tersebut, Bima mengatakan, “Tradisi Maulid Nabi ini memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi masyarakat Gorontalo.” Ia menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat dalam menjalankan tradisi Maulid menjadi bagian dari upaya memuliakan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Bima juga menyoroti keberadaan Tolangga yang dibuat tinggi dan diisi kue kolombeng serta berbagai hidangan istimewa. “Tolangga yang berisi kue kolombeng dan hidangan istimewa merupakan simbol keikhlasan masyarakat dalam bersedekah,” katanya. Semangat warga dalam menyiapkan berbagai sajian tersebut juga memperlihatkan kuatnya nilai gotong royong dalam perayaan Maulid di Gorontalo.

Toyopo, Walima, dan Tolangga menjadi bagian penting dalam kemeriahan Maulid Nabi di Gorontalo. Beragam kue tradisional hingga bahan pangan disusun dalam wadah sajian khas, kemudian dibagikan kepada para pezikir dan masyarakat sebagai wujud rasa syukur serta kebersamaan. Tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana nilai keagamaan dan budaya lokal tumbuh berdampingan dalam kehidupan masyarakat.

Siaran Suara Budaya Nusantara edisi kali ini dipandu oleh Enga Veni Mohi, penyiar RRI Gorontalo, dan Jo Adhitya, penyiar RRI Jakarta. Kolaborasi kedua stasiun RRI tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Gorontalo kepada masyarakat di berbagai daerah melalui siaran berjaringan. Tema yang diangkat yakni “Maulid Nabi di Gorontalo: Makna di Balik Toyopo, Walima dan Tolangga.”

Perayaan Maulid Nabi di Gorontalo menunjukkan bahwa tradisi tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga nilai budaya dan mempererat hubungan sosial. Toyopo, Walima, dan Tolangga menjadi warisan yang merekam semangat berbagi, gotong royong, dan rasa syukur masyarakat Gorontalo. Nilai-nilai tersebut terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....