Festival Batu Penggilingan Keempat Padukan Budaya dan UMKM
- 23 Agt 2026 05:52 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Festival Batu Penggilingan keempat berlangsung meriah di kawasan Penggilingan, Jakarta Timur, Sabtu 22 Agustus 2026. Festival yang digelar selama dua hari ini memadukan pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan lingkungan.
Acara dibuka dengan kesenian palang pintu khas Betawi saat sejumlah tamu undangan memasuki area festival. Selama acara, pengunjung juga dihibur dengan pertunjukan musik gambang kromong dan berbagai hiburan lainnya.
Penggagas festival yang juga Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Syahroni, mengatakan salah satu rangkaian kegiatan festival adalah lomba baris-berbaris antarPPSU dari sejumlah kelurahan. Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kedisiplinan dan kekompakan PPSU dalam menjalankan tugas.
"Dan hari ini kita mencoba meningkatkan disiplin mereka, meningkatkan kekompakan mereka dalam bekerja yaitu melalui kegiatan baris-berbaris. Ada enam kelurahan yang memang pemenang sebagai juara," kata Syahroni, Sabtu 22 Agustus 2026 usai acara pembukaan.
Selain lomba baris-berbaris, festival juga diisi kegiatan pemilahan sampah yang melibatkan masyarakat di sejumlah RT di kawasan Penggilingan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendorong warga memilah sampah dari sumbernya sesuai jenisnya.
"Hari ini kita juga bergiat dalam rangka mendukung Pergub Nomor 5 Tahun 2026 bahwa masyarakat harus memilah sampah dari sumbernya. Dan ini kita lakukan di 17 RT yang mungkin nanti sore kita akan melakukan penilaian," ujar Syahroni.

Festival Batu Penggilingan keempat turut menghadirkan puluhan pelaku UMKM untuk berjualan di area festival. Menurutnya, kehadiran UMKM menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan tersebut.
"Puluhan UMKM itu sekitar 30 UMKM hadir jualan di sini dan mereka semuanya senanglah karena dengan kegiatan ini mereka dapat berjualan dan bisa memperoleh penghasilan," kata Syahroni. Wali
Kota Jakarta Timur Munjirin yang hadir pada acara pembukaan mengapresiasi pelaksanaan festival tersebut. Ia berharap kegiatan serupa terus dikembangkan dengan inovasi baru sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga Penggilingan.
"Untuk tahun depan juga pasti akan ada inovasi-inovasi lagi yang bisa menghidupkan masyarakat Penggilingan ini lebih maju lagi ke depan. Terakhir, batu penggilingan yang terus harus dilestarikan, makanya ada Festival Batu Penggilingan. Ini peninggalan sejarah yang tidak boleh dilupakan oleh kita semuanya," ujar Munjirin.
Festival Batu Penggilingan digelar persis di kawasan cagar budaya Batu Penggilingan, Jalan Kali Buaran, Jakarta Timur, yang menjadi bagian dari sejarah kawasan tersebut. Pada abad ke-17, Batu Penggilingan digunakan dalam proses penggilingan tebu untuk pembuatan gula secara tradisional.
Panitia berharap festival tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenalkan sejarah kawasan Penggilingan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....