Pesona Baju Basiba Khas Perempuan Minangkabau
- 19 Agt 2026 06:53 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Pesona Baju Basiba Khas Perempuan Minangkabau
RRI.CO.ID, Jakarta - Pakaian adat bukan sekadar penutup tubuh, melainkan wujud nyata keanggunan serta identitas budaya suatu daerah. Dalam siaran Suara Budaya Nusantara Pro 4 RRI, pesona baju basiba khas perempuan Minangkabau menjadi topik perbincangan yang mendalam. Busana tradisional ini menyimpan falsafah adat Minang yang sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai keagamaan. Setiap potongan kain hingga cara pemakaiannya memperlihatkan nilai estetik serta martabat luhur perempuan Nusantara.
Ketua Bundo Kanduang, Bundo Linda Zubir, menjelaskan bahwa rancangan baju basiba dibuat selaras dengan ajaran Islam dan adat setempat. "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah menjadi landasan utama bahwa perbuatan masyarakat Minang bersumber dari agama Islam," ujar Bundo Linda Zubir. Ia menegaskan bahwa busana ini dirancang longgar untuk menjaga kesopanan serta menutup aurat pemakainya secara sempurna. Keanggunan busana ini semakin lengkap dengan paduan kain salendang serta tikuluak sebagai penutup kepala yang khas.
Selain potongan yang lapang, keunikan utama baju tradisional ini terletak pada detail jahitan sibah di bagian pinggir busana. "Basiba itu ada potongan kain di samping ketiak sampai bawah yang disatukan kembali sebagai simbol tugas Bundo Kanduang," ungkap Bundo Linda Zubir. Ia menambahkan bahwa detail tersebut melambangkan peran penting perempuan Minang dalam merangkul keluarga serta menyatukan hubungan yang renggang. Pesan moral ini menjadi pengingat berharga akan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Penggunaan busana basiba juga memiliki tata aturan khusus yang membedakan status sosial serta tingkat kedewasaan pemakainya. Bagi para gadis muda, bahan kain yang digunakan cenderung polos tanpa hiasan sulam atau bordir yang meriah. Sementara itu, wanita yang telah menikah diperbolehkan menggunakan kain berenda, suji Koto Gadang, atau bordiran kaya warna sebagai lambang tanggung jawab rumah tangga. Perbedaan detail tersebut secara harmonis mencerminkan fase perjalanan hidup seorang perempuan Minang.
Di tengah arus modernisasi yang kian kencang, kelestarian baju basiba terus dijaga agar tidak kehilangan pakem utamanya pada prosesi adat. Modifikasi gaya kekinian tetap diizinkan untuk acara santai selama tidak mengikis identitas dan esensi aslinya. RRI terus berkomitmen menyuarakan kebudayaan Nusantara ke seluruh pelosok tanah air melalui berbagai program siaran unggulan. Melalui pelestarian ini, generasi muda diharapkan tetap bangga mengenakan warisan budaya leluhur sebagai benteng jati diri bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....