Makna Mendalam Tumpeng dalam Sajian Kuliner Nusantara
- 19 Agt 2026 06:15 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Makna Mendalam Tumpeng dalam Sajian Kuliner Nusantara
RRI.CO.ID, Jakarta - Tumpeng bukan sekadar hidangan ikonik berbentuk kerucut yang melengkapi kemeriahan pesta perayaan masyarakat Indonesia. Di balik jajaran lauk-pauk dan cara penyajiannya yang unik, tersemat simbol doa, wujud rasa syukur, hingga refleksi hubungan spiritual manusia dengan Sang Pencipta. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Indonesian Gastronomy Community, Dr. Pamungkas Trishadiatmo, dalam program Obrolan Komunitas RRI Pro 4 Jakarta pada Selasa (18/8/2026). Ia menekankan pentingnya mengenalkan kembali narasi serta nilai-nilai luhur di balik sajian kuliner tradisional ini kepada generasi muda agar tidak tergerus zaman.
Pamungkas menjelaskan bahwa bentuk tumpeng yang menjulang ke atas mengadopsi filosofi gunung sebagai muara kehidupan yang memberi kebaikan bagi makhluk di sekitarnya. Menurutnya, sajian ini menjadi media visual untuk menyampaikan harapan dan permohonan spiritual dalam budaya Nusantara. “Makanan tumpeng itu adalah simbol. Simbol permohonan kita, doa kita, rasa syukur kita pada Tuhan,” ujar Pamungkas.
Keberadaan tumpeng tradisional umumnya dilengkapi dengan racikan lauk pauk yang diambil dari berbagai unsur alam, mulai dari darat hingga laut. “Yang original atau yang bermakna itu ada lauknya tujuh,” katanya menambahkan, seraya menyebut angka tujuh melambangkan pertolongan serta kebijaksanaan hidup. Pemilihan tujuh lauk tersebut juga melambangkan keragaman dan keseimbangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Inovasi tumpeng modern seperti kreasi warna merah putih saat peringatan kemerdekaan dinilai sebagai bentuk adaptasi budaya yang sangat positif. Ia mengapresiasi kreativitas masyarakat yang terus menghidupkan tumpeng dengan tampilan baru sesuai perkembangan zaman. “Yang penting adalah esensi, dan narasi, dan filosofinya tidak hilang,” ujar Pamungkas mengingatkan agar nilai dasarnya tetap terjaga.
Tak hanya bentuk dan lauknya, tata cara pengambilan nasi tumpeng yang dikeruk melingkar dari bawah juga memiliki filosofi tersendiri. Cara ini menyimbolkan doa yang perlahan terkabul sekaligus memupuk semangat gotong royong saat menyantapnya bersama-sama. Lewat pemahaman filosofi ini, tumpeng diharapkan terus lestari sebagai bagian penting dari identitas warisan budaya bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....