Peran Anak Muda Bukan Cuma Pemanis Acara

  • 19 Agt 2026 06:00 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Peran Anak Muda Bukan Cuma Pemanis Acara

RRI.CO.ID, Jakarta - Masa depan bangsa berada di tangan anak muda yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga berani mengambil tindakan nyata di tengah masyarakat. Kehadiran generasi muda yang aktif dan berdaya kini menjadi kunci utama dalam memicu perubahan positif di lingkungan sekitar. Hal tersebut ditegaskan oleh pemenang Duta Genre Jakarta Selatan 2026, Hawzaan El Khair dan Renata Pradina Putri Wardhana, saat menjadi narasumber dalam program Obrolan Komunitas RRI Pro 4 Jakarta pada Jumat 14 Agustus 2026. Keduanya sepakat bahwa remaja membutuhkan ruang gerak yang luas untuk belajar, berorganisasi, serta mengekspresikan gagasan mereka secara bebas.

Hawzaan menjelaskan bahwa Genre merupakan program besutan BKKBN yang dirancang untuk membekali remaja dalam merencanakan masa depan secara matang. Ia menekankan bahwa menjadi pemuda berkualitas menuntut keterlibatan langsung dalam berbagai dinamika sosial kemasyarakatan. “Di era sekarang anak muda tuh perlu yang namanya aktif. Jadi tidak hanya berpartisipasi sebagai pelengkap, namun kita harus bisa ikut dalam kegiatan-kegiatan dan harus merasa dilibatkan,” ujar Hawzaan. Ia memberi contoh sederhana seperti keikutsertaan remaja dalam kepengurusan karang taruna hingga kepanitiaan hari besar nasional.

Senada dengan Hawzaan, Renata menilai keberdayaan remaja dapat diukur dari sejauh mana mereka mampu membagikan dampak positif kepada kawan sebayanya. Ia memahami betul bahwa banyak anak muda kerap merasa bingung saat harus menentukan arah karier maupun pendidikan. “Menurut saya itu remaja yang memberi manfaat ke remaja lainnya juga Bang,” kata Renata. Berangkat dari keresahan tersebut, mereka berkomitmen memanfaatkan platform Duta Genre untuk mengedukasi sesama remaja tentang pentingnya perencanaan hidup sejak dini.

Guna menjalankan amanat tersebut, Hawzaan dan Renata telah menjalani pembekalan intensif selama masa karantina yang berlangsung kurang lebih dua bulan. Mereka digembleng dengan berbagai materi esensial, mulai dari pendalaman isu remaja hingga teknik komunikasi publik yang efektif. Pengalaman intensif ini menjadi pijakan penting bagi Renata yang baru pertama kali mendapat pelatihan public speaking secara mendalam. Pembekalan tersebut dipersiapkan untuk menyikapi berbagai tantangan riil remaja Jakarta Selatan, seperti isu kesehatan mental, rokok, hingga bahaya narkoba.

Langkah Hawzaan dan Renata tak berhenti sampai di tingkat kota, sebab keduanya tengah bersiap melaju ke ajang Duta Genre tingkat DKI Jakarta usai menembus posisi tiga besar. Mereka berharap pendekatan edukasi antarsebaya (peer-to-peer) serta dukungan penuh dari keluarga dapat menekan berbagai permasalahan remaja saat ini. Melalui aksi nyata yang konsisten, kedua figur muda ini membuktikan bahwa kontribusi positif bagi bangsa bisa dimulai sekarang tanpa perlu menunggu usia dewasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....