Keseruan Tradisi Okolan Sambut Pesta Sedekah Bumi di Surabaya

  • 12 Agt 2026 07:55 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Siapa sangka, aksi saling banting di atas tumpukan jerami justru menjadi momen paling dinanti dan penuh gelak tawa bagi warga Surabaya Barat? Tradisi gulat tradisional Okolan kembali hadir memeriahkan pesta Sedekah Bumi di Desa Made, Kecamatan Sambikerep. Far jauh dari kesan dendam, tradisi adu ketangkasan ini digelar sebagai bentuk rasa syukur mendalam atas melimpahnya hasil panen raya. Tak heran jika pertunjukan budaya yang unik ini sukses menyedot perhatian warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga emak-emak.

"Okol sendiri yang kami maksud adalah bentuk rasa syukur ketika ini menjadi permainan antara satu dengan yang lain dengan rasa persaudaraan yang dipegang erat," kata Ketua LPMK Desa Made, Joko Hadi Sumangat, SE. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber siaran Suara Budaya Nusantara RRI Surabaya dan RRI Jakarta, Kamis 30 Agustus 2026. Beliau menegaskan bahwa arena laga jerami tersebut sepenuhnya dirancang sebagai panggung hiburan pemersatu warga usai memanen padi.

Pelaksanaan tradisi yang populer sejak era 1960-an ini kini makin berkembang inklusif di tengah masyarakat. "Perkembangan sekarang anak-anak, remaja, bahkan sampai ibu-ibu ikut bertanding Okolan," ujar Joko menambahkan detail antusiasme peserta. Pertandingan kelompok wanita dilaksanakan secara sopan tanpa melepas pakaian, melainkan mengenakan selendang serta ikat kepala udeng khas Surabaya.

Teknis pertarungan dipandu oleh dua orang pengamat khusus yang dikenal dengan sebutan pelandang. Laga berdurasi singkat lima menit ini makin semarak berkat iringan musik seronen serta tabuhan gendang karawitan yang responsif. Penabuh gending harus memahami gerak pegulat agar ritme musik berhenti otomatis saat ada pemain yang jatuh, lalu dipercepat saat pemenang ditentukan.

Joko berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian aset budaya lokal kawasan Surabaya Barat ini. Pihaknya menginginkan agar Okolan tidak sekadar digelar rutin saat upacara ruatan desa atau pesta sedekah bumi tahunan saja. Potensi besar arena gulat rakyat ini dinilai sangat layak dipromosikan sebagai destinasi wisata budaya unggulan di tingkat nasional.

Sinergi dan integrasi Okolan ke dalam berbagai festival kota diharapkan mampu menjaga kebanggaan generasi muda terhadap warisan tradisi Nusantara. Melalui rasa kebersamaan ini, nilai-nilai luhur leluhur akan terus hidup dan lestari melintasi zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....