Tradisi dan Kearifan Lokal melalui Olahan Sagu Papua
- 23 Jul 2026 18:14 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Program Suara Budaya Nusantara yang mempertemukan dan kembali menghadirkan perbincangan menarik mengenai tradisi dan kearifan lokal Nusantara. Siaran yang berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026, pukul 13.00–14.00 WIB, mengangkat tema “Tradisi dan Kearifan Lokal” dengan menghadirkan narasumber Herlinda Sinaga, pemilik UMKM “Sasagu”.
Dalam dialog tersebut, Herlinda Sinaga berbagi cerita mengenai usaha yang dijalankannya sekaligus memperkenalkan sagu sebagai salah satu bahan pangan lokal yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kuliner. Sagu tidak hanya dikenal sebagai makanan tradisional masyarakat Papua, tetapi juga dapat diolah menjadi beragam makanan modern yang memiliki nilai ekonomi.
Perbincangan semakin menarik ketika pendengar turut berpartisipasi dan menyampaikan pertanyaan melalui WhatsApp. Salah satunya datang dari Linda Idris dari Ternate yang menanyakan apakah semua jenis kue dapat dibuat menggunakan bahan dasar sagu. Menjawab pertanyaan tersebut, Herlinda menjelaskan bahwa sagu dapat digunakan untuk membuat berbagai jenis kue, sehingga bahan pangan lokal ini memiliki peluang yang cukup luas untuk dikembangkan menjadi produk kuliner.
Sementara itu, Cokgu Ria dari Tebet Jakarta bertanya mengenai awal mula Herlinda membuka usaha Sasagu. Herlinda menjelaskan bahwa usaha tersebut mulai dijalankan pada tahun 2024. Pada awal merintis usaha, dirinya sempat merasa pesimis karena kondisi harga dan ketersediaan stok sagu pada saat itu dinilai cukup tidak menentu. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mengembangkan usaha berbasis bahan pangan lokal.
Menurut Herlinda, perjalanan membangun usaha membutuhkan keberanian dan ketekunan. Tantangan dalam mendapatkan bahan baku serta kondisi harga yang berubah-ubah menjadi bagian dari proses yang harus dihadapi. Dari situ, ia terus berusaha mencari cara agar sagu dapat diolah menjadi produk yang menarik, berkualitas, dan dapat diterima oleh masyarakat luas.
Pertanyaan berikutnya datang dari Edo yang berada di Lampung. Ia ingin mengetahui bagaimana cara membuat kue lapis Papua berbahan dasar sagu. Herlinda menjelaskan bahwa proses pembuatannya dilakukan seperti membuat kue lapis pada umumnya. Namun, bahan sagu perlu diberikan sedikit air terlebih dahulu agar dapat mengembang dan siap digunakan dalam proses pembuatan kue.
Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa pengolahan sagu sebenarnya dapat dilakukan dengan cara yang cukup sederhana, selama memahami karakteristik bahan dan teknik pengolahannya. Dengan kreativitas dan inovasi, sagu dapat dikembangkan menjadi aneka sajian yang tidak hanya lezat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan pangan lokal kepada masyarakat.
Sementara itu, Leman dari Lampung menanyakan mengenai kelebihan produk Sasagu dibandingkan dengan produk lainnya. Dalam perbincangan tersebut, sagu menjadi salah satu keunggulan utama karena merupakan bahan pangan lokal yang memiliki nilai budaya dan potensi ekonomi. Pengolahannya menjadi produk kue dan makanan kekinian juga dapat menjadi cara untuk meningkatkan daya tarik sagu di kalangan masyarakat.
Dialog interaktif ini memperlihatkan bahwa tradisi dan kearifan lokal dapat terus hidup melalui inovasi. Pengembangan sagu menjadi berbagai produk kuliner merupakan salah satu bentuk pelestarian pangan lokal sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi daerah. Dengan demikian, bahan pangan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua dapat semakin dikenal dan dinikmati oleh masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui Suara Budaya Nusantara, RRI Jayapura dan RRI Jakarta tidak hanya menghadirkan informasi mengenai budaya dan tradisi, tetapi juga membuka ruang dialog bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat potensi lokal Nusantara. Kisah Herlinda Sinaga dan UMKM Sasagu menjadi contoh bahwa kearifan lokal dapat menjadi sumber inspirasi untuk berwirausaha. Di tengah perkembangan zaman, menjaga tradisi sekaligus menghadirkan inovasi menjadi langkah penting agar kekayaan budaya dan pangan Nusantara tetap lestari serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....