Fauzi Bowo: Ali Sadikin Meletakkan Fondasi Kebudayaan Jakarta
- 17 Jul 2026 10:38 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Rangkaian peringatan 100 Tahun Ali Sadikin, yang berlangsung pada 7–14 Juli 2026 resmi ditutup. Yakni dengan sesi Memorial Lecture, yang menghadirkan Mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (Foke).
Dalam pemaparannya, Foke menegaskan peran besar Ali Sadikin, dalam meletakkan fondasi pembangunan kebudayaan Jakarta. Dengan menempatkan seni sebagai hak publik, yang sejajar dengan kesehatan dan pendidikan.
Foke juga mengusulkan, agar Memorial Lecture menjadi agenda tahunan mulai tahun depan, sebagai bagian dari rangkaian menuju peringatan 500 tahun Kota Jakarta. Menurutnya, Ali Sadikin bukan sekadar pemimpin daerah, tetapi seorang negarawan yang memiliki visi jauh ke depan, dan diakui dunia.
Salah satu warisan terpenting Bang Ali, lanjut Foke, adalah keberaniannya menetapkan kebudayaan sebagai public good, atau barang publik sejak 1968. "Kebudayaan ini utamanya adalah sebuah barang publik. Dia tidak harus mendatangkan keuntungan, tapi wajib ada," ujar Foke, Kamis, 16 Juli 2026.
Prinsip itu menjadi pijakan Ali Sadikin, saat mendirikan Taman Ismail Marzuki (TIM), sebagai pusat kesenian Jakarta. Foke menceritakan, gagasan membangun TIM berawal dari pertanyaan sederhana Bang Ali, kepada para seniman.
"Dulu itu di Senen seniman-seniman pada ngumpul. Sekarang pada ngumpul di mana?" kata Foke menirukan ucapan Bang Ali.
Pertanyaan itu kemudian melahirkan gagasan menyediakan ruang bagi ekosistem seni, di bekas kawasan Kebun Binatang Cikini. Menurut Foke, bagi Ali Sadikin, membangun gedung saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah menjamin kebebasan para seniman untuk berkarya, tanpa campur tangan pemerintah.
Foke menyebut, Bang Ali sebagai sosok yang selalu thinking out of the box. Mulai dari menjadi pelopor penggunaan komputer di pemerintahan pada 1969, hingga menyusun master plan pembangunan Jakarta secara komprehensif.
"Beliau adalah seorang pribadi yang sangat kokoh akan keyakinannya. Kalau dia sudah yakin, dia akan mempertahankan itu, dan konsisten mempertahankannya sampai kapan pun," kenang Foke.
Menurut Foke, gagasan Ali Sadikin tentang kemandirian seniman, dan pelestarian warisan budaya (heritage), tetap relevan di era digital. Karena itu, Foke berharap, nilai-nilai kebebasan berkarya, serta dukungan pemerintah terhadap kebudayaan, terus dijaga sebagai warisan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....