Guru Privat Menjadi Pelaku UMKM, Etta Bangun Usaha Bumbu Olahan Berbasis Digital
- 11 Jul 2026 07:35 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Etta memegang teguh pesan almarhum orang tuanya, "Jangan pernah mengambil hak orang lain walaupun cuma sebuah pensil, karena akan ada balasannya di dunia, apalagi di akhirat."
RRI.CO.ID, Jakarta - Nursyam Septawati, yang akrab disapa Bundo Etta, membuktikan bahwa tantangan dapat menjadi peluang untuk berkarya. Perempuan kelahiran 1967 ini,mengawali aktivitasnya sebagai pengajar privat matematika di rumah, sementara sang suami telah lebih dahulu berjualan cabai giling dan bumbu olahan di Pasar Perumnas Klender sejak 1999. Ketika pandemi melanda dan aktivitas belajar tatap muka serta kunjungan ke pasar menurun drastis, Etta mengambil langkah baru dengan memasarkan cabai giling dan bumbu olahan secara daring.
Nursyam Septawati atau akrab di sapa Bundo Etta, memaparkan perihal usaha UMKMnya, hadir langsung di Acara Apresiasi Budaya Minangkabau,di sesi carito urang awak, Di Pro 4 Fm Jakarta, Rabu,8 Juli 2026.
"Keputusan saya bergabung sebagai anggota Jakpreneur dan memperoleh berbagai fasilitas pendampingan, mulai dari desain kemasan, sertifikasi halal, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Dukungan itu membuat produk yang saya pasarkan alhamdulillah semakin bagus dan terlihat profesional juga memiliki daya saing yang lebih baik di tengah berkembangnya bisnis UMKM. Saat itu saya diberitahu tetangga tetang Jakpreneur, disuruh mencari tau di kecamatan, saya merasa bersyukur", Ujar Etta.

Baca Juga : Haikal Pernandes, Sosok Pemuda Asal Padang Pariaman Penuh Inspirasi
Baca Juga : Chef Fredi Susanto : Dari Dapur Sederhana Ke Pangung Internasional
Di sela kesibukannya mengembangkan usaha, Etta tetap mengabdikan diri sebagai guru privat matematika. Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, salah satunya melalui Himpunan Keluarga Salido (HKS) Jakarta dan sekitarnya. Baginya, berkontribusi di lingkungan sekitar merupakan bagian dari upaya memberikan manfaat bagi sesama.almarhu

Sebagai anak sulung dari lima bersaudara, Etta memegang teguh pesan almarhum orang tuanya, "Jangan pernah mengambil hak orang lain walaupun cuma sebuah pensil, karena akan ada balasannya di dunia, apalagi di akhirat." Nilai kejujuran itu menjadi pedoman dalam menjalankan kehidupan maupun usahanya. Kepada generasi muda, khususnya anak-anak Minang, Etta berpesan agar terus berprestasi, ikut membangun bangsa, dan menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi orang lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....