Menghidupkan Budaya Betawi dengan Semangat Generasi Muda di Jaman Now
- 11 Jul 2026 07:33 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Sanggar Rifky Albani berharap perhatian terhadap para pelaku seni tradisi semakin nyata.
- Perjalanan sanggar tentu tidak lepas dari berbagai tantangan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sanggar Rifky Albani terus membuktikan bahwa budaya Betawi dapat berkembang tanpa kehilangan jati dirinya. Sanggar yang berdiri resmi pada September 2010 ini didirikan oleh seorang seniman Betawi yang menamai sanggar tersebut dari nama putra pertamanya, Muhammad Rifky Albani. Berawal dari kegelisahan akan semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap budaya Betawi, ia mengajak para remaja di wilayah Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, untuk bersama-sama melestarikan warisan leluhur melalui seni dan kreativitas.
Sejak awal berdiri, Sanggar Rifky Albani membawa semangat baru dalam memperkenalkan budaya Betawi. Jika selama ini kesenian tradisional sering dianggap hanya diminati kalangan orang tua, sanggar ini justru menghadirkan wajah yang lebih segar dengan melibatkan remaja sebagai pelaku utama. Berbagai kegiatan seperti memainkan alat musik tradisional hingga membuat kerajinan ondel-ondel dilakukan oleh generasi muda, sehingga budaya Betawi tampil lebih dekat dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai aslinya.

Martin Maulia, pendiri Sanggar Rifky Albani menceritakan tentang sanggarnya, disaat acara Obrolan Komunitas Di Pro 4 RRI Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026, melalui sambungan telp.
"Saat ini Sanggar Rifky Albani yang saya pimpin udah masuk generasi keempat dengan regenerasi yang terus berjalan di lingkungan sekitar. Siapa pun dapat bergabung tanpa syarat khusus, selama memiliki kemauan kuat untuk belajar, berkarya, dan ikut memperjuangkan budaya Betawi", ujar Martin. . Berbagai ide kegiatan lahir dari kreativitas pendirinya sebagai seniman, dengan konsep yang selalu menampilkan budaya sebagai sesuatu yang menarik, dinamis, dan relevan bagi masyarakat masa kini.

Perjalanan sanggar tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Selain harus bersaing dengan produksi berbasis mesin modern, seluruh karya yang dihasilkan Sanggar Rifky Albani masih dibuat secara handmade. Keterbatasan modal juga menjadi hambatan karena pembiayaan sebagian besar berasal dari kas kegiatan sanggar. Meski demikian, semangat para anggota tidak pernah surut. Berbagai prestasi berhasil diraih, di antaranya pada lomba pembuatan ondel-ondel di TMII, penampilan ondel-ondel bawah laut di Sea World Ancol, serta pembuatan kerajinan kembang kelapa dalam berbagai kegiatan budaya.
Ke depan, Sanggar Rifky Albani berharap perhatian terhadap para pelaku seni tradisi semakin nyata. Menurut pendirinya, para seniman yang telah mengabdikan hidupnya untuk melestarikan budaya juga layak memperoleh penghargaan dan jaminan kesejahteraan di masa tua. Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak hanya membutuhkan semangat dan dedikasi, tetapi juga dukungan dari masyarakat dan pemerintah agar warisan budaya Betawi terus hidup serta diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....