Apresiasi Budaya Banyumasan di RRI, Gelar Gebyar 1 Muharam 1448 Hijriah

  • 08 Jul 2026 18:04 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID. Jakarta - Semangat melestarikan seni budaya tradisional mewarnai dialog Apresiasi Budaya Banyumasan yang disiarkan Pro 4 RRI Jakarta pada Jumat (3/7/2026). Dipandu host Dermawan Ismail, acara yang berlangsung di Studio Seni Jawa Lantai 2 RRI Jakarta menghadirkan dua narasumber, yakni Darmin selaku sesepuh Tri Manunggal Sari dan Sutarno sebagai Ketua Ebeg Tri Manunggal Sari. Keduanya mengangkat tema Gelar Seni Budaya dalam Gebyar 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai momentum untuk memperkuat pelestarian kesenian tradisional Banyumasan sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat.

Dalam dialog tersebut, Darmin menegaskan bahwa peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya dimaknai sebagai pergantian kalender Hijriah, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk menjaga warisan budaya yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, kesenian Ebeg merupakan bagian dari identitas masyarakat Banyumas yang sarat dengan nilai gotong royong, kebersamaan, disiplin, dan penghormatan terhadap tradisi. Ia berharap kegiatan Gebyar 1 Muharam mampu menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarseniman sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Banyumasan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda yang hidup di tengah arus modernisasi.

Sementara itu, Sutarno menjelaskan bahwa kelompok Ebeg Tri Manunggal Sari terus melakukan pembinaan terhadap para pemain muda agar mampu mempertahankan kualitas pertunjukan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas kesenian Banyumasan. Menurutnya, regenerasi menjadi tantangan terbesar saat ini sehingga diperlukan dukungan dari keluarga, komunitas budaya, media, hingga pemerintah agar seni Ebeg tetap hidup dan berkembang. Ia menambahkan bahwa setiap pementasan bukan sekadar hiburan, melainkan juga menjadi media pendidikan budaya yang mengenalkan sejarah, filosofi, dan semangat kebersamaan kepada masyarakat.

Dalam perbincangan yang berlangsung hangat, kedua narasumber juga menekankan pentingnya memadukan pelestarian budaya dengan momentum keagamaan seperti Tahun Baru Islam. Darmin menilai nilai-nilai hijrah dapat diwujudkan melalui perubahan sikap menuju kehidupan yang lebih baik, termasuk menjaga budaya sebagai amanah yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya. Sutarno menambahkan bahwa gelar seni budaya dalam Gebyar 1 Muharam menjadi simbol harmonisasi antara tradisi lokal dan nilai-nilai religius, sehingga masyarakat dapat menikmati pertunjukan seni sekaligus mengambil pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Melalui program Apresiasi Budaya Banyumasan, RRI Jakarta kembali menunjukkan komitmennya sebagai media publik yang memberikan ruang bagi pelestarian budaya Nusantara. Host Dermawan Ismail mengajak masyarakat untuk terus mencintai seni tradisional sebagai bagian dari jati diri bangsa. Darmin dan Sutarno pun berharap kegiatan seni budaya seperti Gebyar 1 Muharam 1448 Hijriah dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga kesenian Ebeg Banyumasan tetap lestari, semakin dikenal masyarakat luas, dan mampu menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....