Apdaun di Pro4 RRI, Melihat Perkembangan Seni Budaya Marawis
- 08 Jul 2026 18:07 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID,Jakarta - Perkembangan seni Islami melalui media musik marawis menjadi tema menarik dalam program Apresiasi Budaya Sunda (Apdaun) di Pro 4 RRI Jakarta yang dipandu host Apdaun pada Selasa, 07 Juli 2026. Menghadirkan narasumber Ahya Pratama melalui sambungan telepon, perbincangan berlangsung hangat dengan mengupas eksistensi marawis sebagai bagian dari kekayaan seni budaya Nusantara yang terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Ahya Pratama yang merupakan Sekretaris Umum Himpunan Musik Marawis Indonesia (HIMMI) DKI Jakarta sekaligus Pimpinan Sanggar Al Jadid menegaskan bahwa marawis tidak hanya menjadi media hiburan, tetapi juga sarana dakwah, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai budaya Islam di tengah masyarakat modern.
Dalam dialog tersebut, Ahya Pratama menjelaskan bahwa perkembangan marawis saat ini menunjukkan tren yang cukup positif. Menurutnya, kelompok-kelompok marawis telah berkembang di berbagai kalangan, mulai dari lingkungan sekolah, pesantren, perguruan tinggi, komunitas pemuda hingga masyarakat umum. Inovasi dalam aransemen musik, penampilan panggung, serta kolaborasi dengan seni budaya daerah dinilai mampu membuat marawis semakin diminati generasi muda tanpa meninggalkan pakem dan nilai religius yang menjadi identitas utamanya. Ia menilai perkembangan teknologi digital juga membuka peluang lebih luas bagi para pelaku seni marawis untuk memperkenalkan karya mereka melalui media sosial maupun berbagai platform digital sehingga jangkauan apresiasi masyarakat menjadi semakin besar.
Lebih lanjut, Ahya menuturkan bahwa HIMMI DKI Jakarta terus mendorong pembinaan generasi muda melalui pelatihan, festival, lomba, hingga kegiatan edukasi yang bertujuan mencetak regenerasi pemain marawis berkualitas. Sebagai Pimpinan Sanggar Al Jadid, dirinya melihat bahwa pembinaan sejak usia dini menjadi investasi penting dalam menjaga keberlangsungan seni Islami di Indonesia. Menurutnya, marawis mengajarkan kedisiplinan, kerja sama, kekompakan, serta kecintaan terhadap syiar Islam melalui pendekatan seni yang santun dan mudah diterima berbagai kalangan. Ia berharap semakin banyak lembaga pendidikan, komunitas, dan pemerintah daerah yang memberikan ruang bagi perkembangan seni marawis agar terus tumbuh sebagai warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Ahya juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara inovasi dan pelestarian tradisi. Ia mengingatkan bahwa kreativitas dalam mengembangkan marawis harus tetap berpijak pada nilai-nilai Islami dan tidak menghilangkan karakter dasar alat musik maupun syair-syair yang sarat pesan moral. Menurutnya, seni Islami memiliki kekuatan sebagai media pemersatu yang mampu membangun semangat kebersamaan, toleransi, dan akhlak mulia. Karena itu, kolaborasi antara pelaku seni, akademisi, media, serta pemerintah dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas ruang apresiasi sekaligus memperkuat posisi marawis sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Host Apdaun mengapresiasi pandangan dan pengalaman Ahya Pratama yang dinilai memberikan wawasan baru mengenai perkembangan seni marawis di Indonesia. Dialog yang berlangsung komunikatif tersebut mengajak para pendengar Pro 4 RRI Jakarta untuk semakin mengenal dan mencintai seni Islami sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional. Melalui program Apresiasi Budaya Sunda, RRI kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang edukasi budaya yang inspiratif, sekaligus mendorong masyarakat untuk terus melestarikan kesenian tradisional yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....