Harmoni Bach dan Swara SeadaNya Hadirkan Renungan Spiritual di Peringatan HANI 20

  • 02 Jul 2026 07:58 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Suasana khidmat menyelimuti selasar Makara Art Center Universitas Indonesia pada Selasa, 30 Juni 2026, ketika kelompok musikalisasi puisi dan musik etnik Swara SeadaNya menampilkan pertunjukan istimewa dalam Majelis Nyala Purnama untuk memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2026. Acara yang diselenggarakan Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Urban Spiritual Indonesia, dan Komoenitas Makara ini menghadirkan perpaduan memukau antara komposisi klasik "Air" karya Johann Sebastian Bach dengan puisi "Jalan Pulang" karya Ayie Suminar.

(Foto: Humas Komoenitas Makara)

Pertunjukan diawali dengan alunan biola Bay Guitaro yang membawakan melodi lembut karya Bach, berpadu dengan gerak tari Indonesiana Ayuningtyas yang memadukan unsur balet dan tari tradisional Nusantara. Penampilan tersebut semakin kaya melalui permainan musik Asep Rachman Muchlas (bass), Theressa Rida (celempung), Abrar Husin (kecapi), vokal Gunawan Wicaksono, serta pembacaan puisi oleh Ayie Suminar. Harmoni yang tercipta menghadirkan pengalaman artistik yang tidak hanya indah didengar, tetapi juga mengajak penonton merenungkan makna kehidupan.

Puisi "Jalan Pulang" menjadi inti perenungan malam itu. Dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, puisi tersebut menggambarkan perjalanan manusia untuk kembali menemukan cahaya, harapan, dan kesadaran diri. Pesan tentang pentingnya keluarga, persaudaraan, serta kepedulian terhadap mereka yang tengah berjuang melawan keterpurukan berpadu selaras dengan melodi klasik Bach yang tenang dan penuh kedalaman, menghadirkan dialog budaya yang melampaui batas ruang dan waktu.

(Foto: Humas Komoenitas Makara)

Keindahan pertunjukan semakin terasa ketika Swara SeadaNya mengajak para tamu kehormatan untuk menari bersama sebagai simbol kebersamaan. Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Pencegahan BNN RI Irjen Pol. M. Zainul Muttaqien, Deputi Bidang Rehabilitasi BNN RI dr. Bina Ampera Bukit, Guru Besar Departemen Kriminologi Universitas Indonesia Prof. Adrianus Eliasta Meliala, Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia Dr. Ngatawi Al Zastrouw, serta Pendiri Urban Spiritual Indonesia Dr. Turita Indah Setyani. Momen tersebut memperlihatkan bahwa seni mampu menjadi ruang yang menyatukan berbagai kalangan dalam semangat kemanusiaan.

(Foto: Humas Komoenitas Makara)

Majelis Nyala Purnama kembali menegaskan perannya sebagai ruang kebudayaan yang menghadirkan refleksi spiritual di tengah kehidupan modern. Kolaborasi antara mahakarya Johann Sebastian Bach dengan karya sastra Nusantara melalui Swara SeadaNya membuktikan bahwa musik dan puisi dapat menjadi media untuk membangun kesadaran, menumbuhkan harapan, serta mengajak masyarakat menemukan "jalan pulang" menuju kehidupan yang lebih sehat, damai, dan penuh makna. Tepuk tangan yang mengakhiri pertunjukan malam itu seolah berubah menjadi keheningan yang sarat refleksi bagi setiap orang yang hadir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....