Geliat Seni Rupa dan Lukis di Purbalingga
- 30 Jun 2026 02:23 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID,Jakarta - Geliat seni rupa dan seni lukis di Kabupaten Purbalingga terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hal tersebut mengemuka dalam dialog budaya Apresiasi Budaya Banyumas yang disiarkan melalui Pro 4 RRI Jakarta pada Jumat, 26 Juni 2026.
Acara yang dipandu host Dermawan Ismail bersama Kang Jori Guplak menghadirkan narasumber Nur Agustus, S.Pd., Guru SMAN 1 Kejobong sekaligus pegiat seni rupa, melalui sambungan telepon. Dalam perbincangan tersebut, Nur Agustus menegaskan bahwa dunia seni rupa di Purbalingga kini semakin dinamis berkat tumbuhnya komunitas kreatif, dukungan lembaga pendidikan, serta meningkatnya minat generasi muda untuk mengekspresikan gagasan melalui karya visual.
Program Apresiasi Budaya Banyumas sendiri secara rutin mengangkat potensi budaya lokal Banyumasan melalui dialog interaktif di Pro 4 RRI Jakarta. Menurut Nur Agustus, seni rupa tidak hanya berbicara mengenai kemampuan melukis di atas kanvas, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter, pelestarian budaya, dan sarana menyampaikan kritik maupun gagasan sosial.
Ia menjelaskan bahwa di lingkungan sekolah, siswa mulai menunjukkan keberanian untuk mengeksplorasi berbagai teknik dan media, mulai dari lukisan realis, ekspresionis, ilustrasi digital, hingga karya berbasis budaya lokal. Potensi tersebut dinilai perlu terus didampingi agar mampu berkembang menjadi prestasi sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi para pelajar dan seniman muda di Purbalingga.
Lebih lanjut, Nur Agustus menyampaikan bahwa Purbalingga memiliki banyak sumber inspirasi yang dapat diangkat menjadi karya seni, mulai dari bentang alam, tradisi masyarakat, kesenian daerah, hingga kehidupan sehari-hari yang sarat nilai budaya. Menurutnya, seorang pelukis harus mampu menangkap realitas di sekitarnya menjadi karya yang memiliki pesan, identitas, dan nilai estetika.
Ia berharap semakin banyak ruang pamer, lokakarya, maupun kolaborasi lintas komunitas agar para seniman lokal memperoleh kesempatan memperkenalkan karyanya kepada masyarakat yang lebih luas. Dalam dialog yang berlangsung hangat, Dermawan Ismail dan Kang Jori Guplak juga menyoroti pentingnya regenerasi seniman di wilayah Banyumas Raya.
| Baca juga: Sendratari Purbalingga: Ratu Ayu Goa Lawa |
Nur Agustus menilai keberhasilan regenerasi tidak hanya bergantung pada bakat, tetapi juga pada keberlanjutan pembinaan, apresiasi masyarakat, serta dukungan berbagai pihak terhadap kegiatan seni. Ia optimistis seni rupa di Purbalingga akan terus berkembang apabila sekolah, komunitas, pemerintah, dan masyarakat mampu membangun ekosistem yang saling mendukung sehingga kreativitas anak-anak muda dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Melalui siaran Apresiasi Budaya Banyumas tersebut, pesan mengenai pentingnya menjaga dan mengembangkan seni rupa lokal kembali digaungkan kepada masyarakat. Seni rupa dipandang bukan sekadar aktivitas berkesenian, melainkan bagian dari upaya merawat identitas budaya sekaligus membangun generasi kreatif yang mampu bersaing di era modern tanpa meninggalkan akar tradisi.
Dialog yang dipandu Dermawan Ismail bersama Kang Jori Guplak ini menjadi salah satu ruang edukasi budaya yang terus memperkenalkan kekayaan seni Banyumasan kepada pendengar di berbagai daerah serta memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....