Kawendra Ungkap Delapan Makna Dapat Dipetik pada Malam Satu Suro

  • 17 Jun 2026 21:12 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kawendra Lukistian atau Mas Kawe mengatakan sedikitnya ada delapan makna yang dapat dipetik dari peringatan Malam 1 Suro dan Kirab Pusaka di Pura Mangkunegaran, Solo. Ia mengungkapkan mulai dari kesadaran spiritual hingga penguatan semangat kebangsaan.

“Alhamdulillah, berkesempatan mengikuti Peringatan Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran Solo serta Kirab Pusaka sambil topo bisu bersama ribuan peserta. InshaAllah agenda kali ini bersama Ketua Gekrafs Solo, Chaerul, dan teman-teman dari Hipmi,” ujar Kawendra, melalui keterangan tertulis, Rabu, 17 Juni 2026

Ia menilai tradisi yang terus dijaga dan selalu dinantikan masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kekayaan budaya Indonesia memiliki peran penting dalam menyempurnakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Peringatan Malam 1 Suro dan Kirab Pusaka bukan sekadar prosesi budaya, melainkan juga ruang refleksi yang menghadirkan banyak pelajaran kehidupan.

“Dari peringatan Malam 1 Suro dan Kirab ini, ada delapan makna yang secara pribadi saya bisa dipetik,” katanya.

Makna pertama adalah kesadaran spiritual, yakni momentum untuk kembali hening dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Kedua, penghormatan terhadap leluhur dengan menjaga jejak sejarah serta pusaka sebagai simbol identitas bangsa.

Makna ketiga berupa disiplin diri melalui tradisi topo bisu yang mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan keteguhan hati. Keempat, nilai kebersamaan yang tercermin dari ribuan peserta yang berjalan bersama sebagai simbol persatuan.

Selanjutnya, makna kelima adalah pelestarian budaya sebagai bukti komitmen masyarakat dalam menjaga warisan adiluhung. Keenam, refleksi diri untuk mengevaluasi perjalanan hidup dan memperbaiki langkah ke depan.

Makna ketujuh ialah rasa syukur atas kesempatan hidup, berkarya, dan berkontribusi bagi bangsa. Sementara makna kedelapan adalah inspirasi kebangsaan yang menegaskan bahwa budaya merupakan fondasi penting dalam menjaga persatuan Indonesia.

“Tradisi ini meneguhkan bahwa budaya adalah fondasi kokoh bagi persatuan Indonesia,” ujar Mas Kawe.

Ia berharap Peringatan Malam 1 Suro dan Kirab Pusaka Mangkunegaran dapat terus dilestarikan serta dikenalkan kepada generasi muda sebagai kekayaan budaya yang tidak ternilai. Menurutnya, pelestarian budaya juga menjadi modal penting untuk memperkuat jati diri bangsa sekaligus menghadirkan inspirasi bagi perkembangan kreativitas dan persatuan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....