Hari Krida Pertanian, Momentum Meningkatkan Nilai Luhur Petani Batak

  • 17 Jun 2026 03:04 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID.Jakarta - Semangat Hari Krida Pertanian menjadi momentum penting untuk mengingat kembali nilai-nilai luhur yang hidup dalam tradisi bertani masyarakat Batak. Hal tersebut mengemuka dalam dialog budaya bertajuk Apresiasi Budaya Batak yang disiarkan Pro 4 RRI Jakarta pada Senin, 15 Juni 2026.

Hadir sebagai narasumber, Dr. Ir. Pasti Tampubolon, M.Sc. yang berbagi pandangan mengenai eratnya hubungan masyarakat Batak dengan dunia pertanian sebagai bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun. Acara tersebut dipandu oleh host Dermawan Ismail dari Studio Lantai 6 Pro 4 RRI Jakarta.

Dalam pemaparannya, Dr.Ir. Pasti Tampubolon menjelaskan bahwa Hari Krida Pertanian bukan sekadar peringatan bagi para pelaku sektor pertanian, melainkan juga menjadi refleksi atas peran besar petani dalam menjaga ketahanan pangan dan kelestarian budaya. Menurutnya, masyarakat Batak sejak dahulu dikenal memiliki tradisi agraris yang kuat. Aktivitas bercocok tanam tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, serta penghormatan terhadap alam sebagai sumber kehidupan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dalam tradisi Batak terdapat berbagai kearifan lokal yang mengatur tata cara mengolah lahan, menentukan masa tanam, hingga pelaksanaan syukuran panen. Nilai-nilai tersebut lahir dari pengalaman panjang masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan. Tradisi seperti kerja bersama di ladang dan saling membantu antar keluarga menjadi bukti bahwa pertanian di Tanah Batak tidak dapat dipisahkan dari semangat kolektivitas yang menjadi ciri khas budaya Batak.

Menurut Dr. Pasti, tantangan pertanian saat ini memang semakin kompleks akibat perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta berkurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Namun demikian, ia optimistis bahwa pertanian tetap memiliki masa depan yang cerah apabila mampu dipadukan dengan inovasi teknologi dan penguatan nilai budaya. Generasi muda, katanya, perlu memahami bahwa bertani bukan sekadar pekerjaan, melainkan bagian dari warisan peradaban yang telah menopang kehidupan masyarakat selama berabad-abad.

Melalui peringatan Hari Krida Pertanian, Dr. Pasti Tampubolon berharap masyarakat semakin menghargai peran petani sekaligus menjaga tradisi bertani yang menjadi bagian penting dari kebudayaan Batak. Ia menegaskan bahwa kemajuan pertanian dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kepedulian yang sama. Dialog yang berlangsung hangat di Studio Pro 4 RRI Jakarta tersebut menjadi pengingat bahwa pertanian bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga tentang menjaga jati diri, kearifan lokal, dan keberlanjutan kehidupan bagi generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....