BRIN dan FIB UI Gelar Lokakarya Critical Island Studies di Jakarta
- 11 Jun 2026 21:22 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta: Kawasan Asia Tenggara memang kaya akan cerita, tapi pernahkah Anda benar-benar mendalami bagaimana keunikan hidup di wilayah kepulauan dari sudut pandang riset modern? Nah, bagi Anda para pencinta sejarah dan budaya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama PPKB FIB Universitas Indonesia mengajak kita semua untuk mengintip persiapan sebuah lokakarya internasional yang sangat menarik. Dikutip dari media promosi online, agenda ilmiah yang bertajuk "Critical Island Studies: Doing Critical Island Studies in Southeast Asia" ini rencananya bakal digelar selama dua hari berturut-turut, tepatnya pada 13–14 Juli 2026 mendatang.
"Kegiatan ini kami rancang bukan sekadar sebagai ruang pertemuan akademis biasa, melainkan sebuah wadah dialektika yang segar bagi para peneliti dunia. Melalui pendekatan multidisiplin, kami ingin menggali kembali nilai strategis serta tantangan kontemporer yang nyata-nyata dihadapi oleh komunitas masyarakat kepulauan saat ini. Kami berharap poin-poin diskusi yang lahir dari acara ini bisa memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Asia Tenggara," ujar Dr. Herry Jogaswara, M.A., selaku Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN.
Di sisi lain, perwakilan panitia dari pihak universitas juga menambahkan bahwa pemilihan tema ini sangat relevan dengan karakteristik geografis kawasan kita. "Kajian mengenai wilayah kepulauan atau island studies sering kali luput dari perhatian utama, padahal menyimpan kekayaan narasi sejarah yang luar biasa. Oleh karena itu, kolaborasi antara lembaga riset nasional dan institusi pendidikan tinggi seperti FIB UI ini menjadi sangat krusial untuk memfasilitasi para akademisi. Kami juga sangat antusias karena persiapan teknis di lapangan sejauh ini berjalan lancar berkat kerja sama tim yang solid," tutur Dr. Sastri Sunarti, M.Hum., Kepala Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan BRIN.
Untuk memperkaya sudut pandang diskusi, lokakarya yang dimulai setiap pukul 08.30 WIB ini sengaja mendatangkan empat pembicara utama dari berbagai universitas ternama di dalam dan luar negeri. Para pakar tersebut adalah Prof. Toshiya Ueno dari Wako University, Dr. Maria Luisa Torres Reyes dari University of Santo Tomas, Prof. Melani Budianta dari Indonesian Academy of Sciences (AIPI), serta Dr. Alex Taek-Gwang Lee dari Kyung Hee University. Kehadiran para narasumber internasional ini dipastikan akan membawa angin segar dan memperluas cakrawala pemikiran para peserta yang hadir.
Selain sesi pemaparan materi dari para ahli, rangkaian acara juga akan diisi dengan sesi diskusi interaktif yang santai namun tetap berbobot. Seluruh peserta yang terdiri dari peneliti, dosen, mahasiswa, hingga praktisi budaya nantinya diberikan ruang seluas-luasnya untuk saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman riset mereka. Dengan begitu, jalinan jejaring akademis antarnegara diharapkan bisa terbentuk dengan lebih kuat dan berkelanjutan setelah acara ini selesai.
Sebagai informasi tambahan bagi publik, sesi penutupan atau closing remarks dari seluruh rangkaian lokakarya dua hari ini nantinya akan dipandu langsung oleh Ade Mulyanah, S.Pd., M.Hum. Beliau merupakan Kepala Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas BRIN yang juga ikut mengawal jalannya kolaborasi ini. Kehadiran beliau sekaligus menandai komitmen penuh lembaga riset dalam mendukung penguatan kajian-kajian kebudayaan dan kemasyarakatan di tanah air.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....