Rayakan Usia Emas, IAAI Gelar Webinar Sejarah Peradaban Berkelanjutan

  • 11 Jun 2026 19:20 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Pernah terpikir tidak, bagaimana para ahli membaca cerita masa lalu dari sebongkah batu atau situs kuno yang tersembunyi? Minggu ini, Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komda Sumut-Aceh bakal blak-blakan mengupas tuntas rahasia tersebut lewat sebuah webinar ilmiah. Acara ini digelar khusus sebagai penanda momen bersejarah setengah abad berdirinya organisasi profesi para pencinta cagar budaya tersebut di Indonesia.

"Webinar Perayaan 50 Tahun IAAI ini mengusung tema besar 'IAAI Lima Dekade: Arkeologi untuk Peradaban Berkelanjutan'. Fokus utama kami adalah untuk menguak kembali jejak masa lalu, membingkai nilai sejarah, serta menguatkan fondasi masa depan bangsa," ujar Prof. Dr. Husaini Ibrahim, MA, Ketua TACB Provinsi Aceh sekaligus Ketua Laboratorium Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) selaku pembicara pertama.

"Diskusi ilmiah ini disiapkan menjadi wadah untuk merefleksikan kontribusi nyata riset arkeologi dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi. Materi yang dipaparkan diharapkan mampu memberikan sudut pandang ilmiah yang komprehensif bagi publik," tambah Dr. Sanusi Ismail, M.Hum, dari TACB Aceh Besar selaku pembicara kedua. Dikutip dari media promo acara online, jalannya diskusi tersebut nantinya dipandu oleh Lucas Partanda Koestoro, DEA, selaku moderator.

Pembahasan dalam ruang virtual ini sengaja dirancang untuk menyatukan sudut pandang dari para praktisi dan akademisi yang sehari-harinya bergelut di bidang sejarah. Kolaborasi antara pengurus wilayah Sumatera Utara dan Aceh ini juga bakal membedah potensi cagar budaya lokal yang selama ini jarang diketahui masyarakat luas. Lewat obrolan para ahli ini, penonton bisa tahu data-data faktual soal cara menyelamatkan situs purbakala di ujung barat Indonesia.

Agenda kumpul virtual para ahli purbakala ini dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Juni 2026. Pihak penyelenggara membuka pintu digitalnya untuk masyarakat umum, mahasiswa, sampai sesama rekan peneliti yang tertarik dengan dunia masa lalu. Acara ini sekaligus jadi salah satu agenda penting dalam rangkaian perayaan ulang tahun emas IAAI di tingkat regional. Biar bisa diakses dari mana saja, forum presentasi ilmiah ini memanfaatkan platform video konferensi Zoom Meeting. Panitia juga sudah membagikan detail akses masuknya secara terbuka untuk mempermudah para peserta yang ingin bergabung.

Hasil dari pelaksanaan webinar perayaan emas ini diharapkan bisa menjadi bahan rujukan baru seputar perkembangan tata kelola situs sejarah. Selain itu, catatan dari diskusi ilmiah ini nantinya akan dipakai untuk memperkuat dokumentasi akademis bagi para peneliti ke depannya. Sinergi ini juga diharapkan bisa membuat hubungan antara para ahli dan masyarakat biasa jadi semakin erat dalam menjaga warisan budaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....