Duta Bahasa Nasional 2025 Ajak Pemuda Papua Jaga Warisan Bahasa Daerah

  • 10 Jun 2026 21:19 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta- Di tengah gempuran era digital dan modernisasi, eksistensi bahasa daerah di Tanah Papua kini menghadapi tantangan yang sangat krusial. Guna membedah fenomena ini, Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) melalui program siaran bersama Suara Budaya Nusantara menggelar dialog interaktif bertajuk "Generasi Muda dan Masa Depan Bahasa Ibu Papua" pada Selasa, 2 Juni 2026 . Diskusi lintas udara ini dipandu secara kolaboratif oleh host Mariana Suhendi dari studio Pro 4 Jakarta dan Mace Itha dari Jayapura.

Siaran interaktif via Zoom ini menghadirkan dua figur pemuda berprestasi, yaitu Muhammad Jufri Rumadaul dan Ellaboge Muliyani Uaga, yang merupakan Duta Bahasa Nasional 2025 perwakilan Tanah Papua. Sebagai representasi generasi muda, kedua narasumber ini membagikan pandangan mendalam mengenai dinamika penggunaan bahasa ibu di wilayah masing-masing. Mereka menekankan pentingnya komitmen nyata dalam menjaga bahasa daerah sebagai fondasi identitas kultural masyarakat Papua.

Muhammad Jufri Rumadaul menyoroti kondisi di Merauke, Provinsi Papua Selatan. Jufri mengungkapkan kekhawatirannya karena saat ini penutur aktif bahasa ibu di beberapa wilayah, seperti Kampung Wasur, didominasi oleh generasi tua dan para tetua adat, sementara generasi mudanya cenderung beralih ke bahasa Indonesia atau bahasa asing. "Menurut saya fenomena ini menjadi alarm keras bagi kelestarian 428 bahasa daerah di Papua kekayaan bahasa terbesar di Indonesia agar tidak punah akibat anggapan keliru bahwa bahasa daerah terkesan kuno di era digital," ujar Jufri.

Kondisi yang sedikit berbeda dipaparkan oleh Ellaboge Muliyani Uaga mengenai situasi di wilayah Papua Pegunungan (Wamena). Menurut Ella, penggunaan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari di wilayah pedalaman tersebut masih sangat aktif dan menunjukkan keseimbangan yang baik berdampingan dengan bahasa Indonesia selaku bahasa pengantar antarsuku. Namun, Ella tidak menampik bahwa situasi di pusat perkotaan seperti Kota Jayapura sudah cukup kritis; bahasa daerah kini semakin terpinggirkan dan umumnya hanya mengemuka pada momentum upacara adat atau festival budaya saja.

Sebagai solusi atas tantangan tersebut, kedua Duta Bahasa Nasional 2025 ini mengajak seluruh anak muda Papua untuk konsisten mengamalkan "Trigatra Bangun Bahasa". Prinsip ini menekankan pentingnya mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, melestarikan bahasa daerah (bahasa ibu), dan menguasai bahasa asing untuk menjawab tantangan global. Melalui berbagai program dan krida yang diinisiasi oleh Balai Bahasa, mereka berkomitmen untuk terus mengedukasi generasi muda agar bahasa ibu di Tanah Papua tetap eksis, lestari, dan berjalan beriringan dengan kemajuan zaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....