Justin PSI Dorong Pengembangan Potensi Sineas dan Seniman Tradisional Jakarta
- 10 Jun 2026 12:34 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Sekretaris Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana, memberikan catatan kritis terhadap rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yang membentuk Jakarta Film Commission, dalam rangka memajukan Ibu Kota sebagai kota sinema. Pria yang kerap disapa ‘Bro Justin’ itu mengingatkan Pemprov DKI Jakarta, untuk melibatkan sineas-sineas tradisional dan jalanan, yang selama ini sudah berkarya di tengah-tengah masyarakat, dalam upaya tersebut.
“Saya rasa langkah Pemprov DKI membentuk Jakarta Film Commission ini, patut untuk diberikan apresiasi. Memang, Jakarta perlu membenahi tata kelolanya di bidang perfilman, bila ingin menjadi kota sinema dan tujuan para artis untuk membuat film-filmnya,” katanya.
“Tapi, saya harap Jakarta Film Commission ini tidak hanya memfasilitasi artis-artis internasional, dan artis-artis lokal yang papan atas saja. Lembaga tersebut juga perlu memberikan kesempatan kepada para seniman tradisional, untuk mengembangkan bakatnya dalam memproduksi film-film yang bisa dinikmati oleh masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, Jakarta merupakan kota yang kaya akan seni dan para seniman. Data Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta menunjukkan, terdapat ratusan sanggar seni yang terverifikasi pada tahun 2025. Di mana, Jakarta Selatan memiliki 371 sanggar seni, dan Jakarta Timur punya 336 sanggar seni.
Sementara itu, Jakarta Barat turut meramaikan dengan 184 sanggar seni, Jakarta Utara dengan 134 sanggar seni. Dan Jakarta Pusat serta Kepulauan Seribu digabung menjadi tuan rumah untuk 24 sanggar seni.
“Karena Jakarta ini tidak kekurangan seniman-seniman yang kreatif. Kita punya ratusan sanggar seni, yang bisa memunculkan dan mengembangkan banyak talenta baru. Tidak hanya itu, para sineas indie dan jalanan juga sering mempertunjukkan bakat mereka, di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
“Maka, jangan sampai Pemprov DKI hanya formalitas saja dalam mendukung para seniman indie itu. Tapi, Pemprov DKI melalui Jakarta Film Commission harus menciptakan lingkungan kompetitif, untuk mengorbitkan seniman-seniman tradisional dan indie yang berbakat,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....