Kemah Budaya Kelima Sigarda di Temanggung "Menelisik Narasi Masa Lalu Temanggung"
- 05 Jun 2026 18:10 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Mendengar nama Temanggung, ingatan kita mungkin langsung tertuju pada hamparan ladang hijau subur penghasil tembakau terbaik di dekapan Gunung Sindoro dan Sumbing. Namun, wilayah yang tenang di Jawa Tengah ini ternyata menyimpan lapisan sejarah mendalam yang jauh lebih kaya dari sekadar hasil buminya. Bagi Anda para pencinta sejarah dan petualangan, sebuah perjalanan melintasi lorong waktu siap menyuguhkan narasi masa lalu Temanggung yang belum banyak terungkap ke permukaan.
Berdasarkan informasi resmi yang dibagikan melalui WhatsApp Group Sigarda Indonesia dikutip pada Jumat 05 Juni 2026, kegiatan rutin tahunan Kemah Budaya kelima ini sengaja diselenggarakan di Jawa Tengah. Mengusung tema "Menelisik Narasi Masa Lalu Temanggung", acara ini dirancang sebagai wadah eksplorasi peninggalan-peninggalan penting dari dua era besar yang membentuk karakter Temanggung, yakni era Kolonial Belanda dan era kejayaan Kuno (Hindu-Buddha). Petualangan ini sengaja dikemas dalam konsep perkemahan agar para peserta bisa merasakan kedekatan langsung dengan alam sekaligus sejarahnya.
Guna mengupas tuntas sejarah tersebut, petualangan akan dibagi menjadi dua subtema besar selama dua hari penuh dengan mengunjungi total 10 destinasi sejarah. Pada hari pertama, penjelajahan akan berfokus pada tema "Temanggung sebagai Pusat Tembakau masa Kolonial" dengan mendatangi enam lokasi ikonik, mulai dari Wisma Soemodilogo, Monumen dan Eks Jembatan Kereta Kali Progo, Eks Stasiun Temanggung, Pabrik Cerutu Rizona, hingga Stasiun Parakan. Sementara pada hari kedua, rute akan bergeser menelusuri jejak "Temanggung dalam Narasi Tinggalan Masa Perkembangan Hindu/Buddha" melalui Situs Liyangan, Candi Pringapus, Situs Gandasuli, dan Prasasti Wanua Tengah II di Pendopo Kabupaten.
Tak hanya sekadar jalan-jalan dan berfoto, inti dari kegiatan edukasi ini juga terletak pada sesi Sarasehan Malam yang berlokasi di area perkemahan Embung Kledung Camp. Acara sarasehan tersebut akan menyajikan pemaparan materi mendalam mengenai Situs Liyangan serta berbagai tinggalan tertulis di Temanggung. Sesi diskusi ini dipersiapkan secara matang dengan menghadirkan pengantar ilmiah dari Prof. Dr. Timbul Haryono, M.Sc., serta materi utama yang diulas oleh para ahli di bidang tinggalan masa Hindu dan Kolonial, yaitu Goenawan A. Sambodo, S.Hum. dan Wawan Edi Setiawan, S.Hum.
Agenda seru ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 4 hingga 5 Juli 2026, dengan titik kumpul utama di Wisma Soemodilogo sebelum bersama-sama menuju lokasi perkemahan. Menariknya, para peserta yang mendaftar akan dimanjakan dengan berbagai fasilitas lengkap yang sudah disediakan oleh panitia, mulai dari peralatan kemah (tenda, matras, sleeping bag), konsumsi tiga kali makan lengkap dengan jajanan dan kuliner khas Temanggung, akses gratis ke seluruh destinasi sejarah, e-sertifikat, hingga kesempatan mendapatkan doorprize menarik.
Bagi Anda yang tertarik untuk ikut meramaikan dan menjadi bagian dari "Sahabat Sigarda", pendaftaran saat ini telah dibuka secara resmi melalui narahubung Ika Dewi Retno Sari (081325656242) atau Pippo Agosto (081225090298). Pastikan Anda bergerak cepat karena batas akhir pendaftaran akan ditutup pada tanggal 25 Juni 2026. Jangan sampai ketinggalan kesempatan langka untuk ikut menggerakkan roda budaya bersama-sama!
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....