Event "JONGOT" di Sumatera Selatan, Menjaga Warisan Seni Budaya Leluhur

  • 05 Jun 2026 18:24 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya duduk di depan perapian sebuah gubuk bambu sederhana di tengah keheningan malam, sambil merenungkan warisan yang ditinggalkan oleh para leluhur kita? Di era yang serba modern ini, sebuah ruang refleksi mendalam justru coba dihadirkan kembali lewat perpaduan seni visual dan diskusi budaya. Mengangkat tajuk "JONGOT: An Ancestral Legacy for All Living Beings", sebuah acara kebudayaan siap digelar di Turunan Gajah, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, untuk mengajak masyarakat melihat kembali hubungan harmonis antara manusia, alam dan seluruh makhluk hidup.

Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun Instagram @jongot_, dikutip pada Jumat 05 Juni 2026, acara JONGOT ini dirancang bukan sekadar sebagai pameran biasa. Event ini diposisikan sebagai sebuah ruang refleksi kolektif bagi masyarakat luas untuk mendalami kembali makna warisan leluhur yang sesungguhnya di tengah gempuran zaman modern. Konsep yang diangkat ingin memperlihatkan kepada generasi masa kini bahwa kearifan lokal masa lalu bukan sesuatu yang kuno atau tertinggal, melainkan fondasi penting yang mengajarkan manusia untuk hidup berdampingan secara damai dengan alam.

Untuk menyampaikan pesan edukasi tersebut, pihak penyelenggara mengemas event ini ke dalam tiga pilar utama yang saling melengkapi, yaitu pemutaran film, pameran foto, dan diskusi interaktif. Melalui pendekatan visual yang santai namun mendalam, pesan-pesan kebudayaan diharapkan bisa diterima dengan lebih mudah dan menyentuh hati para pengunjung dari berbagai generasi. Sajian film dokumenter dan kurasi foto yang ditampilkan nantinya akan menangkap esensi murni dari kehidupan lokal dan memori kolektif masyarakat setempat.

Merujuk pada publikasi visual pada poster di akun @jongot__, agenda kebudayaan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Mengambil lokasi yang kental dengan nuansa pedesaan di kawasan Turunan Gajah, PALI, Sumatera Selatan, perhelatan akan dimulai sejak sore hari pukul 15:30 WIB hingga selesai. Suasana syahdu perapian tradisional di malam hari seperti yang digambarkan dalam materi promo dipastikan akan menambah kehangatan ruang bertukar pikiran antar-warga yang hadir di lokasi.

Menariknya, inisiatif pelestarian budaya lokal yang digagas di Bumi Serepat Serasan ini juga mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari skala nasional. Proyek seni dan budaya "JONGOT" ini didukung secara resmi oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Dana Indonesiana, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kolaborasi strategis tersebut menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk mendorong ruang-ruang kreatif berbasis kebudayaan lokal di berbagai pelosok daerah agar tetap hidup dan lestari.

Melalui event ini, Kabupaten PALI tidak hanya dikenal sebagai daerah pertambangan dan perkebunan, tetapi juga sebagai wilayah yang kaya akan potensi narasi kebudayaan. Diharapkan, pemutaran film dan pameran foto ini dapat memantik kesadaran masyarakat luas, sekaligus memicu lahirnya gerakan-gerakan kreatif serupa di wilayah Sumatera Selatan dalam mendokumentasikan kearifan lokal yang mulai memudar.

Bagi masyarakat PALI dan sekitarnya yang ingin merasakan langsung kehangatan diskusi di dekat perapian sambil belajar sejarah lokal, acara ini terbuka umum untuk umum tanpa dipungut biaya. Masyarakat bisa memantau perkembangan informasinya di akun @jongot__ dan langsung datang ke lokasi di Turunan Gajah esok sore untuk menjadi bagian dari perjalanan merawat memori warisan leluhur nusantara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....