Menghidupkan Sipakatau, Cara Unik Bugis Jaga Kedamaian di Dunia Maya

  • 25 Mei 2026 16:28 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Siaran nasional Suara Budaya Nusantara melalui RRI Pro 4 Jakarta dan Makassar menggelar dialog interaktif pada Senin, 18 Mei 2026 siang. Acara yang dipandu oleh Jo Adithya dan Hariyanti ini mengangkat tema penting mengenai filosofi Bugis, Sipakatau. Diskusi ini sengaja digelar untuk menjawab keresahan masyarakat terkait maraknya ujaran kebencian dan konflik yang sering terjadi di media sosial belakangan ini.

Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Gusnawaty, M.Hum., yang merupakan Dosen Sastra Daerah FIB Universitas Hasanuddin. Beliau menyoroti bagaimana pengguna internet saat ini sering kali melupakan etika dan esensi kemanusiaan saat berkomunikasi di balik layar gawai. "Sipakatau itu artinya saling memanusiakan manusia, sebuah kesadaran untuk memperlakukan orang lain dengan baik dan utuh," ujar Prof. Gusnawaty saat memaparkan materi.

Menurutnya, nilai luhur dari Sulawesi Selatan ini harus diturunkan ke dalam etika digital agar ruang siber kita tetap aman dan sehat. Tradisi ini mengajarkan netizen untuk selalu berpikir ulang sebelum mengetik komentar atau menyebarkan konten yang bisa menyakiti hati orang lain. "Prinsip sederhananya adalah jika sebuah petuah atau ejekan terasa menyakitkan bagi diri kita, maka jangan pernah kita lakukan itu kepada orang lain," lanjutnya dalam siaran tersebut.

Filosofi Sipakatau ini juga didukung oleh nilai pelengkap lainnya seperti Sipakainge (saling mengingatkan) dan Sipakalebbi (saling memuliakan). Kombinasi nilai-nilai tradisi ini dinilai bisa menjadi tameng budaya yang kuat agar masyarakat tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan pandangan politik atau suku. Menariknya, konsep lokal ini ternyata sudah lama melampaui prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) modern yang digaungkan dunia barat.

Hebatnya lagi, riset terbaru mencatat bahwa sebanyak 74,3 persen generasi muda menganggap filosofi kuno ini masih sangat relevan dengan kehidupan modern. Anak muda zaman sekarang dinilai tidak asing dengan nilai tersebut, hanya saja mereka butuh contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui siaran bersama ini, RRI berharap nilai Sipakatau bisa menjadi pedoman moral bagi seluruh netizen di Indonesia demi menjaga perdamaian bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....