Akademi Sanggul Nusantara “Legen Alan” Hidupkan Warisan Budaya Perempuan Sikka

  • 16 Mei 2026 07:10 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Budaya akan tetap hidup apabila diwariskan secara nyata kepada generasi muda
  • Akademi Sanggul Nusantara “Legen Alan”
  • Sanggul Legen Alan, salah satu simbol estetika perempuan tradisional masyarakat Sikka

RRI.CO.ID, Jakarta - Upaya pelestarian budaya Indonesia kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Akademi Sanggul Nusantara “Legen Alan” yang digelar di Pusat Tenun Lepo Lerun Sikka, Maumere, Jumat (15/5). Kegiatan edukasi budaya ini bertujuan memperkenalkan, melestarikan, dan mewariskan pengetahuan tata rambut tradisional kepada generasi muda, khususnya perempuan muda, agar tetap mengenal identitas budaya daerahnya di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan ini mengangkat kekayaan budaya lokal berupa Sanggul Legen Alan, salah satu simbol estetika perempuan tradisional masyarakat Sikka yang sarat makna filosofi, keanggunan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur. Akademi Sanggul Nusantara hadir tidak hanya sebagai ruang pembelajaran teknik tata rambut tradisional, tetapi juga menjadi sarana memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai budaya yang terkandung di balik setiap bentuk sanggul Nusantara.

Program ini digagas oleh Perkumpulan Pencinta Sanggul Nusantara dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Perkumpulan budaya yang berdiri di Jakarta pada tahun 2022 tersebut memiliki visi melestarikan sanggul, kebaya, dan busana tradisional Indonesia. Dalam kegiatan di Sikka ini, hadir para pendiri dan pengurus yakni Ninoek W. Sunaryo, A. Titiek Wedowati, Retno Wulandari, dan Lulu Trihandari yang bekerja sama dengan Alfonsa Horeng sebagai pelestari budaya tenun dan sanggul Legen Alan.

Program ini digagas oleh Perkumpulan Pencinta Sanggul Nusantara dengan dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Perkumpulan budaya yang berdiri di Jakarta pada tahun 2022 tersebut memiliki visi melestarikan sanggul, kebaya, dan busana tradisional Indonesia. (Foto : Pencinta Sanggul Nusantara)

Sikka menjadi kota ketiga pelaksanaan Akademi Sanggul Nusantara setelah sebelumnya diselenggarakan di Solo dan Yogyakarta dengan mengangkat sanggul khas daerah masing-masing, yakni Ukel Konde Solo dan Ukel Tekuk Yogyakarta. Ratusan perempuan muda dari berbagai sekolah dan masyarakat setempat tampak antusias mengikuti dialog budaya serta praktik langsung pemakaian Sanggul Legen Alan. Suasana pembelajaran berlangsung hangat dan penuh semangat, terlihat dari para peserta yang dengan cepat mempraktikkan tata rambut tradisional tersebut.

Sikka menjadi kota ketiga pelaksanaan Akademi Sanggul Nusantara, Paras cantik para wanita dari Sikka, NTT (Foto : Pencinta Sanggul Nusantara)

“Kami percaya budaya akan tetap hidup apabila diwariskan secara nyata kepada generasi muda. Sanggul bukan sekadar tata rambut, tetapi simbol identitas, nilai perempuan, dan kekayaan budaya bangsa,” ujar Alfonsa Horeng. Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Pencinta Sanggul Nusantara, Ninoek W. Sunaryo, menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang aktif menjadi pelaku budaya sekaligus pewaris tradisi secara kreatif di era modern. Ia menambahkan, Akademi Sanggul Nusantara “Legen Alan” menjadi langkah nyata untuk membangun kebanggaan generasi muda terhadap budaya daerah sekaligus memperkuat posisi budaya tradisional Indonesia sebagai warisan yang bernilai dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....