Lestarikan Seni Budaya, LINI Berikan Edukasi Tari Keroncong bagi Pelajar
- 12 Mei 2026 12:35 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Lembaga Irama Nasional Indonesia (LINI) gelar lokakarya "Tari Keroncong Goes to School 2026"
- Keroncong diperuangkan menjadi Warisan Dunia UNESCO
RRI.CO.ID, Jakarta : Sebanyak 100 siswa dari 11 SMK di DKI mengikuti lokakarya “Tari Keroncong Goes to School”. Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Irama Nasional Indonesia (LINI) bersama ASETI sebagai upaya untuk melestarikan identitas bangsa melalui seni dan budaya.
Keroncong diangkat dalam tema ini karena merupakan jejak sejarah peradaban Indonesia, dan sedang diperjuangkan menjadi Warisan Dunia UNESCO. Dalam event ini, para peserta akan mempelajari tarian dengan 10 pola gerak yang merangkum peta perjalanan keroncong di Nusantara, mulai dari Melayu, Betawi hingga Sulawesi dan Maluku.
Ketua Umum LINI, Rudy Octave mengatakan, tarian didesain santai, inklusif dan cocok dengan jiwa muda. Kegiatan ini diharapkan menjadi social dance atau tari pergaulan yang keren di kalangan pelajar.
“100 siswa terpilih bukan tanpa alasan, mereka bisa menjadi agen regenerasi budaya dan di tangan kalian lah saya berharap keroncong tidak hanya menjadi background musik di restoran atau hotel, tetapi menjadi identitas yang kalian banggakan di panggung dunia,” ujar Rudy Octave di SMKN 57, Jalan Taman Margasatwa, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Mei 2026.

Rudy menyampaikan bahwa lokakarya Tari Keroncong Goes to School ini diharapkan dapat memberi pemahaman kepada para pelajar mengenai seni dan budaya. Karena sampai saat ini saja, masih banyak siswa-siswi yang tidak tahu apa arti irama.
“Bukan hanya keroncong saja, kedepan akan ada banyak lagi seni budaya yang kita angkat oleh LINI. Contoh Jawa Barat dengan angklung, irama apa yang dimainkan karena angklung berupa instrument. Hal lainnya adalah arumba, dimana kita meminta kepada beberapa orang yang membuat nama arumba agar dijadikan sebuah irama,” katanya.
Rudy menjelaskan, puncak dari event ini akan digelar di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat dengan melibatkan 500 peserta wanita. Tidak hanya dari kalangan pelajar, kegiatan ini juga diikuti penyandang disabilitas dan lansia.

Kepala SMKN 57, Rina Mulyati berharap, kegiatan ini konsisten dilaksanakan dan bukan hari ini saja. Karena masih banyak warisan budaya yang harus dilestarikan oleh para generasi muda.
“Klu bukan kita siapa lagi yg mau mempertahankan dan peduli akan warisan budaya nusantara yang begitu melimpah,” ucap Rina Mulyati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....