Merawat Ikatan Persaudaraan Perantau Peniron di Jabodetabek
- 01 Mei 2026 20:06 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jaarta - Paguyuban Keluarga Besar Peniron Kebumen (PKBPK) menjadi wadah penting bagi para perantau asal Peniron, Kebumen, Jawa Tengah yang berdomisili di wilayah Jabodetabek. Paguyuban ini resmi berdiri pada 28 November 2010 di kawasan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejak awal berdirinya, PKBPK hadir sebagai ruang kebersamaan yang menyatukan berbagai kelompok arisan dan komunitas warga Peniron dalam satu ikatan yang lebih luas dan terorganisir.
Sawabdi, Ketua Keluarga Besar Peniron Kebumen memaparkan perihal pembentukan paguyuban, melalui sambungan telp, Selasa, 28 April 2026, dalam acara Obrolan Komunitas Pro 4 RRI Jakarta.
Pembentukan PKBPK digagas oleh para sesepuh dan generasi muda melalui musyawarah dan mufakat. Tokoh-tokoh seperti Bapak Sigit Rasiman, Bapak Sukotjo, Bapak Syakur, Bapak Supardi, Bapak Sario, Bapak Wakiman, Bapak Sajan, serta Saudara Sawabdi dan Saudara Sukendar menjadi penggerak awal berdirinya paguyuban ini.
"Karena pentingnya sebuah wadah induk yang mampu menghubungkan seluruh warga Peniron di perantauan, sekaligus menjaga nilai kebersamaan yang telah diwariskan dari kampung halaman," ujar Sawabdi.

Tujuan utama dari paguyuban ini adalah mempererat tali persaudaraan antarwarga. Dengan semangat kekeluargaan, PKBPK membuka diri bagi siapa saja yang memiliki hubungan asal-usul dari Peniron Kebumen tanpa syarat yang rumit. Hingga kini, paguyuban telah menghimpun sekitar 12 kelompok dengan jumlah anggota mencapai kurang lebih 350 orang yang tersebar di berbagai wilayah Jabodetabek.
Dalam perjalanannya, PKBPK menjalankan berbagai kegiatan yang memperkuat kebersamaan. Selain pertemuan rutin bulanan, paguyuban juga mengadakan acara tahunan Halal Bihalal setelah Hari Raya Idulfitri.
Kegiatan ini dilaksanakan secara bergantian di berbagai lokasi seperti gedung-gedung pertemuan dan ruang publik di Jakarta. Suasana hangat selalu terasa ketika para anggota berkumpul, saling berbagi cerita masa lalu, serta mempererat silaturahmi antar sesama perantau.
Meski demikian, dinamika organisasi tetap menjadi bagian dari perjalanan PKBPK. Kehadiran anggota yang tidak selalu konsisten dalam pertemuan serta perbedaan pendapat menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan semangat musyawarah untuk mufakat, setiap persoalan diupayakan menjadi kekuatan untuk terus berkembang.
“Kami berharap PKBPK semakin maju, tetap kompak, jumlah anggota bertambah, dan kepedulian sosial semakin meningkat,” harap Sawabdi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....