Tradisi Tuba Dikatutuang, Warisan Leluhur Masyarakat Bajo Menjaga Laut

  • 30 Apr 2026 20:14 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Tradisi "Tuba Dikatutuang" kembali menjadi sorotan dalam upaya menjaga kelestarian laut oleh masyarakat Bajo. Dalam sebuah wawancara yang dipandu oleh Sahidin (Host RRI Kendari) dan Mariana Suhendi (Host RRI Jakarta), Khairil sebagai penasehat jaringan perempuan pesisir sulawesi tenggara, menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan warisan leluhur yang masih dijaga hingga saat ini. Tradisi tersebut tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian masyarakat pesisir terhadap ekosistem laut.

Khairil menjelaskan bahwa Tuba’ Dikatutuang dilakukan oleh masyarakat Bajo di wilayah pesisir Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari kearifan lokal dalam mengelola sumber daya laut. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu yang telah ditentukan secara adat. Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan alam dan menghindari eksploitasi berlebihan terhadap hasil laut.

Dalam wawancara tersebut, khairil menegaskan bahwa praktik ini menjadi bentuk pengendalian sosial berbasis budaya. “Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi mengandung pesan moral agar manusia tidak serakah terhadap laut,” ujarnya saat wawancara program siaran Suara Budaya Nusantara, Senin, 27 April 2026. Ia juga menambahkan bahwa masyarakat Bajo meyakini laut sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga bersama, bukan dieksploitasi secara bebas.

Lebih lanjut, khairil menjelaskan bagaimana tradisi ini tetap bertahan di tengah modernisasi. Menurutnya, keberlangsungan Tuba’ Dikatutuang didukung oleh peran tokoh adat dan kesadaran kolektif masyarakat. “Selama nilai-nilai ini masih diajarkan kepada generasi muda, maka tradisi ini akan tetap hidup,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam melestarikan kearifan lokal sebagai bagian dari konservasi lingkungan.

Melalui wawancara ini, terlihat bahwa Tuba’ Dikatutuang bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga solusi berbasis budaya dalam menjaga laut. Tradisi ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat dilakukan melalui pendekatan lokal yang berakar pada nilai-nilai leluhur. Dengan demikian, masyarakat Bajo memberikan contoh nyata tentang bagaimana budaya dan lingkungan dapat berjalan seiring demi keberlanjutan kehidupan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....