Tari Tradisional Menyapa Era Digital di Hari Tari Sedunia

  • 27 Apr 2026 20:21 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID - Jakarta - Dalam rangka menyambut Hari Tari Sedunia, Komunitas Tari Ayubulan menghadirkan sebuah inovasi kreatif melalui produksi video tari Bali yang melibatkan ratusan penari dari berbagai studio Lestari Ayubulan. Karya ini dirancang untuk ditayangkan melalui media sosial sebagai upaya memperluas jangkauan apresiasi terhadap tari tradisional, dengan format yang lebih relevan dan mudah diakses oleh masyarakat masa kini.

Dalam pembuatan video tersebut menampilkan ragam tari Bali yang kaya akan ekspresi dan karakter gerak, seperti Tari Gabor, Tari Legong Kupu, Tari Legong Kuntul, Tari Condong, hingga Tari Tenun. Melalui pendekatan visual yang dinamis, karya tersebut tidak hanya menjadi dokumentasi artistik, tetapi juga menghadirkan pengalaman estetika yang dapat dinikmati berulang kali oleh publik di ruang digital.

Dalam pembuatan video tersebut menampilkan ragam tari Bali yang kaya akan ekspresi dan karakter gerak, seperti Tari Gabor, Tari Legong Kupu, Tari Legong Kuntul, Tari Condong, hingga Tari Tenun. (Foto :Komunitas Tari Ayubulan)

Ketua Komunitas Tari Ayubulan, Nyoman Trianawati, menegaskan bahwa format video memungkinkan kolaborasi yang lebih luas sekaligus memperpanjang usia karya.

“Melalui format video ini, kami dapat melibatkan lebih banyak penari dari berbagai studio dalam satu karya bersama. Selain itu, distribusi melalui media sosial memungkinkan karya ini menjangkau audiens yang lebih luas dan memiliki daya hidup yang lebih panjang dibandingkan pertunjukan satu kali,” ujarnya.

Proses produksi dilakukan di kawasan wisata Ancol, menghadirkan suasana yang unik dengan latar ruang publik yang ramai pengunjung. Kehadiran para penari di tengah aktivitas rekreasi menciptakan pengalaman visual yang berbeda, sekaligus menunjukkan bahwa seni tradisional dapat hadir secara fleksibel di luar panggung konvensional dan tetap relevan dalam kehidupan urban.

Pendekatan ini juga mencerminkan bagaimana ruang publik dan ruang digital kini menjadi titik temu antara seni dan masyarakat.

Bagi Komunitas Tari Ayubulan, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga eksistensi tari tradisional di tengah perubahan zaman. (Foto: Komunitas Tari Ayubulan)

Bagi Komunitas Tari Ayubulan, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga eksistensi tari tradisional di tengah perubahan zaman.

“Setiap ruang bisa menjadi panggung, termasuk ruang digital. Melalui karya ini, kami ingin menghadirkan tari tradisional dalam format yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat, tanpa kehilangan nilai dan esensinya,” ungkap Renny, pelatih di komunitas tersebut.

Momentum Hari Tari Sedunia pun dimaknai sebagai refleksi untuk terus merawat, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan tari Indonesia kepada generasi yang lebih luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....