Sambut HUT ke-55, PEPADI Gelar Pementasan Wayang Kulit Banyumasan

  • 25 Apr 2026 05:18 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) menggelar pementasan Wayang Kulit Banyumasan semalam suntuk di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta Timur, Jumat 25 April 2026. Pergelaran ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 organisasi yang jatuh pada 14 April lalu.

Dalang Ki Wahyudarmo membawakan lakon “Bawor Kridha”, diiringi perawit dari sanggar Putro Dahono New. Tamu undangan dan pecinta kesenian memenuhi aula untuk menyaksikan wayang yang sudah menjadi warisan budaya tak benda dunia ini.

Ketua Umum Pepadi, Tumiyono, dalam sambutannya bersyukur PEPADI telah berusia lebih dari setengah abad. Ia menekankan pentingnya peran kesenian pedalangan dalam merespons perubahan peradaban bangsa yang terus bergerak.

“Peradaban berubah dari waktu ke waktu, dan anak-anak muda serta pegiat seni adalah yang membentuk kultur bangsa sebenarnya,” kata Tumiyono.

Ia menambahkan, usia 55 tahun menjadi momentum bagi Pepadi untuk terus beradaptasi dan memperkuat peran dalam menjaga sekaligus mengembangkan kesenian wayang di tengah dinamika global.

“Semoga ke depan pewayangan in terus berjalan dari waktu ke waktu, bisa menata, bisa membangun, mensyiarkan peradaban dan menyesuaikan kejadian yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan, mengapresiasi kiprah Pepadi dan para dalang dalam menjaga eksistensi wayang. Dedikasi para pelaku kesenian menjadi faktor utama keberlanjutan tradisi tersebut.

“Bapak-Ibu [dalang, perawit, pelaku kebudayaan wayang] adalah para pejuang di dalam melestarikan kebudayaan. Karena di tangan Bapak-Ibulah kebudayaan terus berkembang,” kata Restu dalam sambutannya.

Riwayat Pepadi bermula ketika lembaga-lembaga pedalangan di Jawa dan Madura menyatukan visi di Yogyakarta pada 14 April 1971. Organisasi ini kemudian berkembang menjadi berskala nasional pada tahun 1975 dan menjadi wadah utama bagi para dalang di Indonesia.

Sepanjang kiprahnya, Pepadi aktif menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, serta pergelaran wayang di tingkat nasional maupun internasional, untuk memasitkan regenerasi dan keberlanjutan kesenian pedalangan di tengah perubahan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....