ATMA Institut, Gelar Seminar Arkeologi Sejarah dan Budaya di Alam Melayu
- 24 Apr 2026 18:25 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta: Lonceng sejarah kembali bertalu, memanggil para penjaga memori kolektif untuk menelusuri lorong waktu di tanah semenanjung yang legendaris. Melaka bersiap menjadi episentrum diskusi intelektual yang akan mengupas tuntas setiap jengkal warisan arkeologi dan budaya yang menjadi fondasi jati diri bangsa. Perhelatan internasional ini menjanjikan pemaparan temuan-temuan terbaru yang mampu mengubah cara kita memandang akar silsilah di kawasan Alam Melayu.
"Seminar internasional ini menjadi wadah ilmiah yang sangat strategis untuk memperkuat sinergi antarpeneliti dalam melestarikan nilai-nilai luhur budaya serumpun," ujar Ketua Umum Ikatan Ahli Arkeologi Malaysia (IAAM), Dato’ Yoan S. Nugraha, S.Pd. Beliau menekankan bahwa penguatan identitas melalui bukti sejarah sangat krusial di era globalisasi. Hal ini bertujuan agar generasi mendatang tetap memiliki kebanggaan atas akar budayanya sendiri.
Dikutip dari panitia pelaksana, narasumber lainnya yakni Direktur Institut Alam dan Tamadun Melayu (ATMA) UKM menjelaskan bahwa tema kali ini fokus pada relevansi sejarah terhadap tantangan zaman. "Kami mengundang para sarjana dan penggiat warisan untuk memberikan sumbangsih pemikiran melalui hasil riset orisinal yang mereka miliki," tegas perwakilan dari ATMA tersebut. Kolaborasi dengan universitas lintas negara seperti UNHAS Makassar juga diharapkan memperkaya perspektif diskusi.
Kegiatan yang dijadwalkan pada 27-28 Agustus 2026 di Hotel Dusit Princess ini mencakup berbagai subtema menarik. Peserta dapat membedah topik seputar filologi, tradisi lisan, hingga hubungan antara ekologi dan masyarakat kuno. Pendaftaran abstrak telah dibuka dan akan ditutup secara resmi pada tanggal 26 Juni 2026 mendatang. Pastikan Anda mengamankan slot karena tempat yang disediakan oleh pihak penyelenggara sangat terbatas.
Pertemuan ini bukan sekadar seminar rutin, melainkan upaya nyata dalam mendokumentasikan kekayaan peradaban agar tidak lekang oleh panas dan lapuk oleh hujan. Hasil diskusi nantinya akan diterbitkan dalam prosiding internasional untuk memastikan jejak pemikiran tersebut abadi di dunia akademik. Dengan berpartisipasi, Anda turut andil dalam menjaga kedaulatan budaya melalui kacamata ilmu pengetahuan yang objektif. Kesadaran akan sejarah adalah modal utama dalam membangun masa depan bangsa yang bermartabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....