Melindungi Bahasa Daerah dari Ancaman Kepunahan
- 24 Apr 2026 17:58 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Bahasa daerah kini menghadapi tantangan serius di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan gaya hidup generasi muda yang kian dinamis. Dalam siaran berjaringan "Suara Budaya Nusantara" pada Kamis, 23 April 2026, terungkap bahwa pelestarian bahasa bukan sekadar soal komunikasi, melainkan upaya menjaga fondasi identitas budaya bangsa agar tidak hilang ditelan zaman.
"Kualitas penggunaan bahasa daerah mulai menurun karena adanya anggapan di kalangan anak muda bahwa menggunakan bahasa daerah itu tidak keren atau kampungan," ujar Widyabasa Ahli Madya Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Diana, M.Pd.
Dikutip dari diskusi yang melibatkan RRI Pro 4 Jakarta dan RRI Pro 4 Padang tersebut, dijelaskan bahwa kondisi bahasa Mentawai jauh lebih memprihatinkan. Minimnya jumlah penutur jati serta ancaman bencana alam menjadi faktor utama yang membuat bahasa ini sangat rentan mengalami kepunahan jika tidak segera ditangani.
Balai Bahasa Sumatera Barat telah menjalankan langkah sistematis mulai dari pemetaan, revitalisasi di sekolah-sekolah, hingga melibatkan peran keluarga sebagai garda terdepan. Selain itu, pendokumentasian digital melalui Kamus Limpapeh dan Kamus Maronsita dilakukan untuk menyelamatkan kosakata lama agar tetap bisa diakses oleh generasi mendatang.
Sebagai langkah akhir, masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan prinsip Trigatra Bangun Bahasa. Dengan mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing, diharapkan tercipta keseimbangan yang memperkuat akar budaya sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat di tingkat global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....