Rano Karno Sebut Kebudayaan sebagai Penggerak Utama Pembangunan

  • 14 Apr 2026 17:47 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan pentingnya menempatkan kebudayaan sebagai penggerak utama pembangunan. Hal tersebut dikatakan Rano saat melakukan kunjungan kerja ke Museum Tuanku Imam Bonjol, Sumatra Barat, Selasa, 14 April 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Rano menyampaikan bahwa kebudayaan bukan sekadar simbol identitas, tetapi juga fondasi penting dalam membangun kekuatan sosial, ekonomi, serta karakter masyarakat. Ia menilai, pembangunan yang berkelanjutan harus tetap berpijak pada nilai-nilai budaya yang diwariskan.

“Kebudayaan harus kita tempatkan sebagai penggerak pembangunan. Ia hidup dari tradisi dan nilai yang diwariskan, sekaligus menjadi fondasi agar kemajuan berjalan seiring dengan penguatan jati diri, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rano.

Menurutnya, semangat tersebut tercermin dari geliat pelaku UMKM di Kabupaten Pasaman yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menilai, kekuatan ekonomi berbasis masyarakat seperti ini perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar pembangunan tidak tercerabut dari akar budaya.

Rano juga berpesan kepada para pelajar untuk terus belajar dan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya daerah sebagai bekal meraih masa depan. “Kepada para pelajar, teruslah belajar dengan sungguh-sungguh dan bangga terhadap budaya daerah sebagai bekal meraih cita-cita,” katanya.

Lebih lanjut Rano menjelaskan, bahwa kunjungan tersebut memiliki makna personal bagi Rano Karno. Ia mengungkapkan bahwa ayahnya, Soekarno M. Noer, berasal dari Kampung Jamba, Kecamatan Bonjol. Karena itu, kehadirannya tidak hanya dalam kapasitas sebagai pejabat, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat setempat.

“Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi, baik dalam kebudayaan, pemberdayaan ekonomi, maupun penguatan identitas daerah. Kehadiran kami bukan sekadar kunjungan, tetapi bagian dari upaya membangun sinergi antara DKI Jakarta dan Kabupaten Pasaman,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rano juga menyoroti potensi wisata edukasi di Kawasan Equator Bonjol, terutama keberadaan planetarium yang terintegrasi dengan Tugu Khatulistiwa. Ia membuka peluang kerja sama dengan fasilitas Planetarium Jakarta untuk memperkuat edukasi sains sekaligus mengembangkan destinasi wisata berbasis pengetahuan.

“Mudah-mudahan ada ruang kerja sama yang bisa dikembangkan, termasuk untuk revitalisasi, sehingga kunjungan ke kawasan ini semakin menarik dan memberikan nilai tambah dari sisi edukasi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pasaman Welly Suhery menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah mengembangkan program School Goes to Equator. Program tersebut bertujuan menjadikan kawasan planetarium sebagai pusat pembelajaran bagi pelajar sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisata.

“Melalui program School Goes to Equator, kami berharap planetarium ini dapat menjadi pusat edukasi yang terus berkembang dan meningkatkan kunjungan secara berkelanjutan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasaman, kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Wakil Gubernur DKI Jakarta,” kata Welly.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....